LBH Makassar Harap Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasus Pencabulan di Luwu Timur

Kamis, 14 Oktober 2021 21:19 Reporter : Ihwan Fajar
LBH Makassar Harap Mabes Polri Ambil Alih Penanganan Kasus Pencabulan di Luwu Timur LBH Makassar soal ayah kandung perkosa 3 anaknya. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian akhirnya memutuskan membuka kembali penyelidikan kasus dugaan pencabulan tiga anak oleh ayah kandung di Luwu Timur (Lutim), setelah tim asisten Bareskrim Polri turun. Dibukanya kembali penyelidikan kasus tersebut disambut baik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar yang menjadi pendamping hukum keluarga korban.

Direktur LBH Makassar, Muh Haedir mengatakan keputusan polisi membuka kembali kasus dugaan pencabulan tiga anak tersebut terlambat. Seharusnya, polisi membuka kembali kasus tersebut saat dilakukannya gelar perkara pada 6 Maret 2020 di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Tapi tidak apa-apa sepanjang ini masih ada peluang dan korban mendapatkan keadilan. Mungkin yang lebih penting adalah tempat penyelidikannya untuk saat ini," kata Haedir saat dihubungi merdeka.com, Kamis (14/10).

Haedir berharap proses penyelidikan bisa dilakukan di Mabes Polri atau minimal di Mapolda Sulsel. Dia tidak berharap proses penyelidikan dilakukan di Kabupaten Luwu Timur.

"Pertama sebaiknya (penyelidikan) di Mabes Polri atau setidak-tidaknya di Polda (Sulsel) dengan supervisi Mabes," tegasnya.

Haedir mengaku akan merapatkan lagi untuk mengatur upaya pendampingan terhadap pelapor dan korban dalam menjalani penyelidikan. Ia berharap dengan dibukanya kembali proses penyelidikan tersebut, akan membuka fakta-fakta.

"Harapannya dengan buka kembali penyelidikannya dapat membuka fakta. Terus para korban bisa diperiksa ulang, dilakukan dengan melibatkan pendamping baik itu pendamping hukum dan sosial," bebernya.

Haedir ingin memastikan layanan berupa pemulihan sosial dan psikologi bagi anak bisa dipenuhi. Hal tersebut guna menjaga masa depan anak yang menjadi korban kekerasan seksual.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menyebutkan kasus dugaan pencabulan tiga anak di Luwu Timur akan melakukan penyelidikan baru. Hal tersebut didasarkan atas laporan tipe A tertanggal 12 Oktober 2021.

"Penyidik telah membuat laporan polisi model A tertanggal 12 Oktober 2021, perihal adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur. Itu ditulis pelaku dalam proses penyelidikan," ujarnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini