Latihan penanggulangan teror, BNPT justru tak punya peluru

Senin, 15 Februari 2016 16:30 Reporter : Faiq Hidayat
Latihan penanggulangan teror, BNPT justru tak punya peluru Pabrik peluru di AS. ©Reuters/George Frey

Merdeka.com - Anggota Komisi III Aboe Bakar Al Habsyi heran dengan minimnya fasilitas untuk penanggulangan aksi teror. Dia mencontohkan anggota badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang tak punya peluru saat latihan. Aboe Bakar Al Habsyi minta pemerintah menambahkan anggaran untuk BNPT agar bisa maksimal memerangi terorisme.

"Sedih ini Pak Luhut, BNPT latihan saja pelurunya kurang, gimana itu pak?" kata Abu Bakar Al Habsyi saat rapat dengan DPR di Ruang Banggar, Jakarta, Senin (15/2).

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengamini yang diutarakan Abu Bakar Al Habsyi. Tidak hanya BNPT, Densus 88 anti teror juga tak mempunyai fasilitas dan peralatan lengkap. Padahal Densus 88 anti teror adalah pasukan di garis depan dalam upaya menumpas terorisme.

"Saya ini mantan Gultor 81 anti teror tahu mana saja alat yang bagus dan fasilitas yang baik. Jujur saya minta Pak Kapolri dan Presiden untuk menambahkan dana Rp 1,9 triliun," kata dia.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menambahkan, sejauh ini TNI membantu polri dalam penanganan dan penyerbuan aksi-aksi terorisme. Sebab, fasilitas yang dimiliki TNI cukup mumpuni. Kopassus dan Denjaka akan ditempatkan pada posisi strategis untuk mengikis aksi terorisme.

"Contoh di Poso, ini SOP nya sudah ada mereka (TNI) membantu Polri melakukan penyerbuan. Presiden dan Panglima juga setujui itu, kemarin bom Thamrin Kopassus sudah ada di belakang dan siaga di Sarinah bantu polisi," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini