Lantik Pejabat DKPP, Mendagri Pamit Jelang Akhir Masa Jabatan

Kamis, 15 Agustus 2019 12:40 Reporter : Hari Ariyanti
Lantik Pejabat DKPP, Mendagri Pamit Jelang Akhir Masa Jabatan Mendagri Tjahjo Kumolo. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berpamitan di akhir sambutannya saat melantik pejabat Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP). Tjahjo berpamitan menjelang akhir masa jabatan Kabinet Kerja I. Karena belum tentu Tjahjo akan kembali ditunjuk menjadi menteri.

"Saya mohon maaf apabila selama hampir lima tahun kurang satu bulan setengah ini ada hal-hal yang mungkin kurang berkenan. Berbagai pernyataan, berbagai sikap, berbagai kebijakan tentu ada kekhilafan, ada kekurangpuasan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Ini pamitan saya resmi karena mungkin tidak akan bertemu karena akan selesainya masa tugas Kabinet Kerja I," jelasnya di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (15/8).

"Untuk selanjutnya kita tunggu tanggal mainnya bagaimana nanti komposisi kabinet berikutnya," lanjutnya.

Politikus PDIP ini mengatakan, awalnya pelantikan pejabat DKPP akan ditunda. Karena sebelumnya Presiden Joko Widodo mengingatkan agar para menterinya tidak mengambil kebijakan dan keputusan strategis termasuk pelantikan pejabat eselon I dan II. Namun karena pelantikan pejabat DKPP yang kini berada di bawah Kemendagri bersifat mendesak, maka pelantikan didahulukan.

"Tetapi karena ini sifatnya mendesak yang tanggal 16 besok harus dilaksanakan tugas-tugas operasional yang penting maka untuk DKPP ini kami dahulukan adanya pelantikan. Agar tidak mengganggu tugas tugas DKPP. Dan sudah saya juga sudah lapor ke Bapak Mensesneg yang hari ini harus segera dilantik tanpa mengurangi instruksi untuk tidak mengambil kebijakan strategis yang menyangkut personel yang ada," jelasnya.

Ditemui usai pelantikan, Tjahjo menyampaikan penunjukan menteri di periode kedua Jokowi ini merupakan hak prerogatif presiden. Dia juga tak masalah jika tak kembali ditunjuk sebagai menteri. Jika parpol tak mengusulkan namanya, kemungkinan Jokowi tak akan menunjuknya kembali sebagai menteri.

"Kalau partai tidak mengusulkan saya ya Pak Jokowi kemungkinan tidak mengambil saya. Ada proses-proses yang saya kira yang mewakili partai politik, tentunya Pak Jokowi akan mendengar pimpinan partai politiknya kemudian yang bisa menilai anggota kabinet, di samping presiden ya partai politik yang mengusulkan nama-nama," terangnya.

Penunjukan menteri dari parpol berbeda dengan profesional. Penunjukan menteri dari kalangan profesional merupakan hak sepenuhnya presiden.

Tjahjo mengatakan memang sengaja berpamitan secara langsung karena masa tugas Kabinet Indonesia Kerja I tinggal 1,5 bulan. "Saya kira semua kementerian, lembaga pamit untuk periode sekarang ini, untuk selanjutnya ya jangan tanya saya," ujarnya.

Tjahjo menambahkan, dirinya hanya menunggu instruksi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Jika Megawati dan Jokowi mengatakan cukup satu periode, dia bersedia. Dia juga mengaku sampai saat ini belum ada pembicaraan dan pembahasan dengan Megawati Soekarnoputri terkait jabatan menteri ini.

"Saya kan nurut instruksi. Apa kata Bu Mega, 'Tjahjo cukup', ya siap cukup. Pak Jokowi mengatakan cukup, ya siap cukup. Mau ditugaskan kemana ya siap," ujarnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Mendagri
  2. Tjahjo Kumolo
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini