Langgar PSBB, 40 Tempat Usaha di Tangsel Ditutup Sementara

Selasa, 5 Mei 2020 09:24 Reporter : Kirom
Langgar PSBB, 40 Tempat Usaha di Tangsel Ditutup Sementara Razia Satpol PP. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan, menutup 40 tempat usaha selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak (18/4) sampai (4/5).

Kasat Pol PP Tangerang Selatan, Mursinah mengaku akan terus melakukan upaya penertiban terhadap penegakkan aturan dalam PSBB di Tangerang Selatan.

"Setiap hari kita selalu melakukan monitoring agar PSBB bisa berjalan lancar. Untuk tempat-tempat yang tidak boleh beroperasi tapi masih ada kegiatannya, maka tindak tegas berupa penutupan sementara," ucap Mursinah dikonfirmasi Selasa (5/5).

Sementara, untuk usaha makanan seperti rumah makan, restoran diminta juga menaati ketentuan yang ada. Yakni dengan tidak melayani hidangan makan di tempat.

"Untuk tempat usaha makanan, kita imbau tidak boleh makan di tempat, jadi take a way. Jadi dia beli di bawa pulang," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Dari hasil monitoring dan pengawasan yang dilakukan, hingga sekarang ada tiga tempat usaha yang melanggar Peraturan Daerah(Perda).

Umumnya, berada di kawasan Kompleks Ruko Golden Boulevard BSD City, Pasar 8 Alam Sutera dan di kawasan Pondok Pucung, Pondok Aren.

"Pada saat kita melakukan pengecekan di salah satu tempat SPA di BSD, di dalam ternyata kita menemukan 3 pasangan bugil di dalam. Sehingga lokasi tersebut selain kita hentikan kegiatannya juga kita segel. Dan akan kita ajukan pencabutan izin terkait pariwisata, apabila tempat tersebut memiliki izin karena pelanggarannya cukup banyak akhirnya kita akan rekomendasi pencabutan izin," ucap dia.

Dalam pelaksanaan PSBB Jilid II Kota Tangsel sejak (2/5) kemarin, pihaknya akan terus melakukan monitoring setiap hari. Dia memastikan Satpol PP Kota Tangsel, akan melakukan tindakan tegas bagi yang melanggar.

"Kalau diperhatiin di jalan selama PSBB, lebih banyak tukang makanan. Kalau kantor-kantor di BSD yang bandel sudah kita tutup, 10 lebih kantor. Kalau masuk-masuk kampung banyak tempat makanan, toko kelontong itu kita imbau untuk take a way," jelasnya. [ray]

Baca juga:
PSBB Tingkat Provinsi Jabar, Pemotor Boleh Berboncengan Asal Alamat di KTP Sama
Kemenperin Pacu Produktivitas Industri Pengolahan Daging Jelang Lebaran
Banyak Pemudik Nekat, IDI Minta Pemerintah Hati-Hati Jika Hendak Relaksasi PSBB

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PSBB
  3. Virus Corona
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini