Lancarkan penipuan lewat SMS dan telepon, pelaku pakai hipnotis

Minggu, 15 Maret 2015 07:33 Reporter : Siti Nur Azzura
Lancarkan penipuan lewat SMS dan telepon, pelaku pakai hipnotis Ilustrasi Penipuan Gendam. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kesulitan ekonomi dan meningkatnya harga bahan baku membuat alasan sebagian orang untuk melakukan berbagai cara demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mencuri, merampok, menipu, berjudi, hingga melakukan begal seperti yang saat ini sedang marak terjadi.

Bahkan para pelaku kerap menggunakan alat atau bantuan lainnya untuk melancarkan aksinya. Salah satu cara yang sering dilakukan adalah dengan menghipnotis korbannya.

Hipnotis adalah seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadaran seseorang, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak dari Beta menjadi Alpha dan Theta.

Menurut Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Musni Umar, kebanyakan masyarakat melakukan hal itu karena tuntutan. Bahkan hipnotis seakan menjadi salah satu cara untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

"Meningkatnya nilai ekonomi saat ini membuat orang bawah semakin sulit keuangannya. Sehingga orang-orang melakukan segala cara untuk bertahan hidup, seperti begal dan menipu," ujar Musni Umar ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (13/3).

Musni menambahkan, aksi penipuan dilakukan dengan cara menghipnotis. Pelaku biasanya menyampaikan hipnotisnya dengan memberi sesuatu, menatap mata korban, hingga melakukan kontak fisik seperti menyentuh korbannya. Setelah korban terhipnotis, baru lah pelaku melancarkan aksinya.

Maka, masyarakat dituntut untuk selalu waspada dalam segala situasi agar terhindar dari hipnotis. Ada pun tips-tips yang diberikan oleh Musni untuk menghindari aksi hipnotis. Jika bertemu seseorang yang tidak dikenal usahakan jangan terlalu akrab, apalagi sampai bersentuhan bahkan menatap matanya.

Sementara untuk menghindari penipuan melalui telepon atau SMS, usahakan jangan membalas atau mengikuti alur modus si pelaku. Masyarakat harus memastikan kejelasan dari sumber telepon atau SMS tersebut.

"Yang terpenting jangan termakan bujuk rayu dari si penipu. Modus untuk mendapat uang bisa dilakukan dengan seribu macam cara," imbuh Wakil Rektor Universitas Ibnu Chaldun tersebut. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini