Lakukan Autopsi, Polisi Bongkar Makam Peserta Pra-diklat Menwa

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51 Reporter : Irwanto
Lakukan Autopsi, Polisi Bongkar Makam Peserta Pra-diklat Menwa Pembongkaran makam Muhammad Akbar. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang membongkar makam Muhammad Akbar (19) yang tewas saat mengikuti pra-diklat Menwa beberapa hari lalu. Pembongkaran dilakukan atas permintaan polisi untuk keperluan penyelidikan.

Dokter forensik melakukan autopsi terhadap jenazah setelah dilakukan penggalian di Tempat Pemakaman Umum Kecamatan Borang, Palembang, Selasa (22/10). Keluarga korban memenuhi pemakaman untuk menyaksikan pembongkaran makam.

Ketua tim forensik Kompol dr Mansuri mengatakan, dari hasil autopsi ditemukan beberapa tanda bekas kekerasan, di antaranya dada, kepala dan beberapa bagian lainnya. Kekerasan tersebut diduga disebabkan adanya benda tumpul.

"Ada tanda kekerasan di beberapa titik, di kepala dan dada, ada juga di bagian lain, tapi tidak bisa dirincikan karena sudah dikubur cukup lama, empat hari," ungkap Mansuri.

Hasil autopsi tersebut diserahkan ke penyidik Satreskrim Polres Ogan Ilir yang memproses kasus ini. "Kita serahkan secepatnya karena autopsi untuk keperluan penyelidikan," ujarnya.

Kasatreskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin menjelaskan, untuk mengetahui penyebab kematian korban, pihaknya telah memeriksa 19 saksi, di antaranya 17 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang dan 2 saksi lainnya asal kampus korban, yakni Universitas Taman Siswa Palembang. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan selanjutnya meningkatkan menjadi penyidikan.

"Belum ada tersangka, alat bukti masih kita kumpulkan. Dugaan sementara kematian korban akibat kekerasan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Akbar tewas saat mengikuti Pra-diksar Menwa di Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (17/10). Penyebabnya diduga karena keletihan mengikuti rangkaian kegiatan.

Mahasiswa semester tiga itu mengikuti Diksar Menwa gabungan bersama peserta dari Universitas Muhammadiyah Palembang. Dari kampus korban ada empat perwakilan, termasuk dirinya.

Setelah beberapa hari mengikuti beragam rangkaian kegiatan, kaki korban mengalami kram, Rabu (16/10) siang. Setelah diperiksa seniornya, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Tak lama dalam perawatan medis, korban tewas. Untuk kebutuhan penyelidikan, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi mengatakan, kasus ini akan diselidiki karena keluarga secara resmi melaporkan ke polisi atas dugaan tindak pidana. Pihaknya akan memanggil saksi-saksi dan hasil visum untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Untuk sementara diduga karena keletihan, tapi kita perlu selidiki lebih jauh lagi, apakah ada tindak pidana atau tidak," ungkap Imam, Kamis (17/10).

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang dr Indra menjelaskan, tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. "Sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Menwa Sumsel Rano Karno mengatakan, pra diksar tersebut hanya pengenalan Menwa kepada calon anggota dari bersifat sosial karena digelar di kampung. Dirinya memastikan tidak ada kekerasan dari panitia terhadap seluruh peserta.

"Ini hanya pra diksar, kami lebih cenderung mengutamakan pengenalan dasar dan bersosialisasi dengan masyarakat," pungkasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini