Kunjungi Ukraina-Rusia Demi Perdamaian, Jokowi Dinilai Pantas Raih Nobel

Senin, 4 Juli 2022 19:40 Reporter : Merdeka
Kunjungi Ukraina-Rusia Demi Perdamaian, Jokowi Dinilai Pantas Raih Nobel Pertemuan Jokowi dan Putin di Rusia. ©Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS

Merdeka.com - Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia menjadi pusat perhatian dunia. Membawa misi perdamaian, Jokowi begitu mantap menemui langsung pemimpin kedua negara di tengah situasi konflik senjata.

Hal tersebut kemudian memantik respons positif dari berbagai kalangan masyarakat, salah satunya diungkapkan Aktivis Kepemudaan Nasional Chrisman Damanik. Dia mengatakan tindakan yang dilakukan Jokowi patut mendapat apresiasi.

"Kunjungan Jokowi ke Ukraina dan Rusia beberapa waktu lalu untuk bertemu dengan kedua Presiden tersebut harus kita apresiasi," ungkap Chrisman kepada wartawan, Jakarta, Senin (4/7).

Apresiasi tinggi, lanjut dia, yang dimaksud berupa pemberian nobel perdamaian kepada Jokowi. Dia menilai Jokowi begitu berkomitmen untuk menciptakan sebuah perdamaian mendorong terbentuknya situasi aman di antara negara-negara lainnya.

"Tentu saja berharap supaya tidak hanya jadi wacana atau usul. Akan tetapi Pak Jokowi dapat diberikan nobel perdamaian atas apa yang telah beliau lakukan," terang Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2015-2017 ini.

Dia optimistis dengan apa yang sudah dilakukan Jokowi akan menghasilkan sebuah dampak positif nyata. Manfaat yang tentunya tidak hanya untuk Indonesia, akan tetapi terhadap keberadaan dan keberlangsungan hidup seluruh negara di dunia.

Bukan tanpa alasan, dia menilai, baik secara politik maupun ekonomi Indonesia dalam hal ini Jokowi tidak mempunyai kepentingan apa pun selain kemanusiaan. Karenanya diperlukan langkah konkret yang telah dijalankan dengan baik oleh Jokowi.

"Dibutuhkan peran Jokowi selaku Presiden Indonesia untuk menjadi juru damai. Karena posisi Indonesia netral bagi kedua negara tersebut," jelas Chrisman.

Sehingga nantinya mampu menghentikan peperangan yang sudah pasti sampai saat ini telah menimbulkan banyak korban jiwa. Utamanya, dia melanjutkan, dalam upaya untuk mewujudkan sebuah perdamaian dunia.

Sebelumnya, Jokowi menemui Presiden Putin di Moskow, untuk mendorong perdamaian antara Rusia dengan Ukraina yang kini tengah berperang. Pertemuan dengan Putin dilakukan setelah sebelumnya Jokowi menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kyiv, Ukraina.

Jokowi menyampaikan meskipun situasi saat ini masih sangat sulit, namun penyelesaian damai penting untuk dikedepankan dengan membuka ruang-ruang dialog.

Jokowi juga mengaku telah menyampaikan pesan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kepada Presiden Putin, dan menyatakan siap membantu menjembatani komunikasi kedua pemimpin untuk upaya perdamaian kedua negara.

2 dari 2 halaman

Hasil Pertemuan dengan Presiden Ukraina dan Rusia

Jokowi mengatakan kunjungannya ke Ukraina merupakan perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia untuk Ukraina. Dia menegaskan posisi Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.

Negara Ukraina, kata Jokowi, penting bagi rantai pasok pangan dunia. Kepala negara ingin Ukraina bisa kembali ekspor bahan pangan.

"Saya sampaikan pentingnya Ukraina bagi rantai pasok pangan dunia. Semua usaha harus dilakukan agar Ukraina dapat kembali melakukan ekspor bahan-pangan," kata Jokowi dilihat di YouTube sekretariat presiden, Kamis (30/6).

Jokowi mengatakan, penting bagi semua pihak menjamin keamanan Ukraina untuk kelancaran ekspor pangannya.

"Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina termasuk melalui pelabuhan laut. Saya mendukung upaya PBB dalam hal ini," kata Jokowi.

Dia menambahkan, hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina sudah terjalin 30 tahun dan Jokowi terus berkomitmen untuk memperkuat kerja sama.

Saat bertemu dengan Putin, salah satu yang dibahas adalah mengenai masalah terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk yang bisa berdampak kepada ratusan juta masyarakat dunia, terutama di negara berkembang.

"Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia. Ini sebuah berita yang baik," ujar Jokowi dalam pernyataan pers bersama Presiden Putin, di Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis (30/6) seperti dikutip dari situs Setkab.go.ri.

Selain itu, Jokowi juga menegaskan dukungan terhadap upaya PBB untuk mereintegrasi komoditas pangan Rusia dan Ukraina ke dalam rantai pasok global.

"Demi kemanusiaan, saya juga mendukung upaya PBB untuk reintegrasi komoditas pangan dan pupuk Rusia dan komoditi pangan Ukraina untuk masuk lagi dalam rantai pasok dunia. Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, tadi sekali lagi Presiden Putin sudah memberikan jaminannya," tegas Jokowi.

Menutup pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apa pun kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk, dan energi dapat segera diperbaiki.

"Saya mengajak seluruh pemimpin dunia untuk bekerja sama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai dan semangat kerja sama. Hanya dengan spirit ini perdamaian dapat dicapai," katanya.

[cob]

Baca juga:
Tak Hanya Perdamaian, Pakar UGM Lihat Ini dalam Kunjungan Jokowi ke Rusia-Ukraina
Sekitar 1,6 Miliar Orang Terdampak Perang Rusia dan Ukraina
Beda Gaya Jokowi Bertemu Dua Seteru, Putin dan Zelenskyy
PKS: Terobosan Jokowi Mendamaikan Rusia-Ukraina Harus Diikuti Negara Lain

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini