Kunjungi Ponpes Al Fath Sukabumi, Sekjen PDIP Dihadiahi Kujang Emas Arya Kuningan

Jumat, 8 Februari 2019 11:04 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kunjungi Ponpes Al Fath Sukabumi, Sekjen PDIP Dihadiahi Kujang Emas Arya Kuningan Hasto Kristiyanto di Ponpes Al Fath Sukabumi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - PDI Perjuangan menyambangi Pondok Pesantren Dzikir Al Fath di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (8/2). Kunjungan ini dalam rangkaian Safari Kebangsaan VII di Jawa Barat.

Tampak Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, bersama Wasekjen Ahmad Basarah, serta Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin disambut Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath KH Fajar Laksana. Serta para santri cilik yang siap dengan pertunjukan pencak silat.

Setelahnya Hasto dan rombongan berkeliling museum dan perpustakaan Prabu Siliwangi yang berada dalam ponpes. Museum itu memiliki koleksi pedang cina dan katana Jepang. Sampai ada milik Laksamana Maeda, tokoh Jepang yang membantu Founding Father Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI.

Lalu Hasto diarak dengan lisung oleh para santri. Dilanjutkan dengan seserahan pusaka dari Ponpes Dzikir Al Fath. Pertama, Hasto diberikan 'ikat' yang disematkan ke kepalanya.

Hasto dan TB Hasanuddin diberikan pusaka berupa keris berkulit macan oleh KH Fajar Laksana. Hasto diberikan Kujang Emas Arya Kuningan. Filosofinya, kata Fajar, sesuai dengan sila kelima Pancasila.

"Jadi memegang kujang itu misi membawa keadilan kemakmuran dan kesejahteraan," kata Fajar.

Hasanuddin juga diberikan keris serupa dengan Hasto. Bedanya, purnawirawan jenderal TNI bintang dua itu sampai unjuk kemampuan pencak silatnya.

"Junjung tinggi, orang yang tidak tinggi derajatnya tak mungkin memiliki keris. Sudah TB, jenderal pula," kata Fajar.

Balas pemberian pusaka itu, DPP PDIP menyerahkan cincin berwarna merah. Hasanuddin yang memberikan secara simbolik, berkata cincin untuk mengeratkan silahturahmi.

"Cincin ini bulat, menyiratkan persahabatan dan silaturahmi di antara kita tak boleh ada ujungnya. Kami membawa tiga cincin karena kebetulan kami dapat nomor tiga," kata Hasanuddin.

"Cincin ini dibungkus warna merah. Karena darah kita merah sama-sama mengabdi mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila sampai titik darah penghabisan," kata Hasanuddin lagi, yang disambut teriakan 'Allahuakbar' oleh KH Fajar dan para santrinya.

Setelah itu, Hasto dan rombongan safari kebangsaan PDIP dipertontonkan budaya para santri, seperti pencak silat sampai permainan bola api. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini