KUD se-Wajo deklarasi menangkan NH-Aziz

Minggu, 25 Maret 2018 16:36 Reporter : Miftahul Khaeriyah
KUD se-Wajo deklarasi menangkan NH-Aziz Nurdin Halid menghadiri pertemuan Koperasi Unit Desa (KUD) se-Wajo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Usai melaksanakan kampanye tatap muka dan dialogis di kabupaten Wajo, Calon gubernur Sulawesi Selatan nomor urut satu, Nurdin Halid menghadiri pertemuan dengan ketua Koperasi Unit Desa (KUD) se-Kabupaten Soppeng di KUD Anabanua Kabupaten Wajo, Minggu (25/3).

Ketua KUD Anabanua, Andi darwin Managa menerangkan, dalam kegiatan tersebut seluruh ketua KUD Wajo sepakat dan mengeluarkan pernyataan dukungan kepada pasangan nasionalis religius NH-Aziz.

"Allah masyarakat akan jalankan sosialisasi mulai dari bawah dan kita akan bergerak sesuai instruksi pak Nurdin yaitu door to door ke rumah untuk memaksimalkan gerakan memenangkan NH dipilgub Sulsel khususnya di Wajo," tegasnya.

Lebih jauh, Andi darwin berharap NH-Aziz dapat memenangkan pilgub 2018 kelak agar kejayaan koperasi khususnya KUD dapat seperti dulu lagi bahkan lebih ditingkatkan agar mampu menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat.

"Kalau naik dijanjikan 3 bulan setelah dilantik maka pupuk akan dikembalikan kepada koperasi. Ini program yang kami tunggu. Koperasi harus berjaya dan memaksimalkan diri agar dapat bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut memang menjanjikan ketersediaan pupuk yang stabil bagi masyarakat. Untuk mengatasi kelangkaan pupuk, NH-Aziz telah menggagas konsep penyaluran pupuk yang hanya dilaksanakan oleh 3 pihak yaitu BUMDes, Koperasi dan kelompok tani.

Menurut NH, pemilihan tiga lembaga tersebut untuk memudahkan proses pengecekan stok jika suatu saat terjadi kelangkaan. Selain itu, menurutnya jika kelangkaan pupuk terjadi tanpa adanya masalah di pabrik, maka dapat dipastikan kelangkaan tersebut merupakan permainan penyalur atau tengkulak.

"Apalagi kalau harga pupuk mahal dan harga komoditi murah, itu namanya penzaliman kepada rakyat sendiri. Nanti tidak ada harga komoditi apapun yang boleh dibeli di bawah harga dasar. Teori ekonomi tidak berlaku, karena kita menggunakan ekonomi kerakyatan," tandas NH. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini