Kubu Anglingkusumo tolak Jumenengan Paku Alam X

Rabu, 6 Januari 2016 13:42 Reporter : Kresna
Kubu Anglingkusumo tolak Jumenengan Paku Alam X Kubu Anglingkusumo tolak Jumenengan Paku Alam X. ©2016 merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Satu hari menjelang Jumenengan Paku Alam X, kubu Paku Alam IX Alhaj Anglingkusumo menolak dan menilai Jumenengan tersebut tidak sah. Hal tersebut diungkapkan KPH Wiroyudho, juru bicara Paku Alam IX Alhaj Anglingkusumo saat menggelar konferensi pers, Rabu (6/1).

"Kami menyatakan menolak keras Jumenengan tersebut karena yang akan dijadikan Paku Alam X tidak sesuai dengan kriteria," katanya pada wartawan.

Dia menjelaskan salah satu syarat menjadi Paku Alam haruslah anak kandung yang dilahirkan dalam ikatan pernikahan. "Ini kriteria krusial yang tidak dimiliki Hario Bimo yang mau diangkat jadi Paku Alam X," imbuhnya.

Wiroyudho menyampaikan dari data yang mereka dapatkan bahwa Wijiseno Hario Bimo atau KGPH Suryodilogo lahir pada tanggal 15 Desember 1962, sedangkan pernikahan BRM Ambarkusumo atau Paku Alam IX dengan Kusumarsini pada tanggal 27 Februari 1963. Data tersebut menunjukkan jika Suryodilogo lahir sebelum ada pernikahan resmi.

"Kami tidak menuduh, tapi fakta yang kami temukan seperti itu," ujarnya.

Rencananya fakta dan bukti tersebut nantinya akan digunakan dalam gugatan hukum yang akan mereka lakukan. Namun saat ini pihaknya belum mau mengeluarkan bukti karena untuk kepentingan di persidangan nanti.

"Kami akan menggugat pidana dan perdata. Kami tidak akan melakukan perlawanan cara preman, kami ini orang terdidik. Jadi Paku Alam X jangan parno, sampai penjagaan sebegitunya," tandasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini