Kuasa Hukum Nahrawi Belum Tentukan Langkah Hukum Usai Gugatan Praperadilan Ditolak

Selasa, 12 November 2019 15:03 Reporter : Nur Habibie
Kuasa Hukum Nahrawi Belum Tentukan Langkah Hukum Usai Gugatan Praperadilan Ditolak KPK Tahan Imam Nahrawi. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Kuasa Hukum Imam Nahrawi, Saleh mengatakan, bakal melakukan koordinasi dengan kliennya atas putusan dalam sidang gugatan praperadilan terhadap KPK. Dalam sidang itu, Hakim Tunggal Elfian menolak gugatan praperadilan terhadap KPK.

Sidang putusan gugatan praperadilan Imam Nahrawi terhadap KPK digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam sidang putusan ini, tak dihadirkannya Imam Nahrawi dan hanya diwakilkan oleh kuasa hukum.

"(Langkah selanjutnya) kita akan duduk bersama dulu dengan tim, selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan Pak Imam Nahrawi. Langkah hukum selanjutnya seperti apa," katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

Sebelumnya, Hakim tunggal Elfian menolak gugatan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sidang ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam putusannya itu, Hakim tunggal Elfian menyebut, penetapan tersangka terhadap Imam Nahrawi yang dilakukan oleh KPK telah dilakukan secara sah.

"Mengadili, menyatakan ekspsi pemohon tidak dapat diterima. Menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya," ujar Elfian dalam persidangan Imam Nahrawi, Jakarta Selatan, Selasa (12/11).

Diketahui, KPK sudah lebih dahulu menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut terjaring operasi tangkap tangan tim penindakan pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA). [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini