Kronologis Pembunuhan Janda Muda di Palembang

Selasa, 19 Januari 2021 00:03 Reporter : Irwanto
Kronologis Pembunuhan Janda Muda di Palembang Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Agus Saputra (24) ditembak polisi di kedua kakinya dalam penangkapan di rumahnya. Dia merupakan pembunuh janda muda, YL (25), di kamar Hotel Rio Palembang.

Tersangka mengaku baru pertama kali berkencan dengan wanita penghibur. Itu pun dilakukannya ketika istrinya sedang datang bulan, sementara nafsunya sedang memuncak.

"Saya berkenalan dengan dia di aplikasi, lalu transaksi," ungkap tersangka Agus, Senin (18/1).

Dalam transaksi tersebut, korban meminta bayaran sebesar Rp700 ribu. Tersangka menawar dan disepakati Rp400 ribu.

"Tapi saya minta untuk tiga jam, dia mau dan deal," ujarnya.

Tersangka berangkat ke TKP dan langsung menemui korban di kamar hotel. Baru berhubungan badan satu kali selama 20 menit, korban menyebut sudah selesai karena waktu kencan habis.

"Saya tidak terima, saya emosi dilayani begitu," terangnya.

Alhasil, tersangka membekap mulut korban dengan bantal. Beberapa menit kemudian, korban tak bergerak lagi yang membuat tersangka panik dan melarikan diri.

"Saya sempat ingat ambil ponselnya biar tidak ada barang bukti," jelasnya.

Kemudian, tersangka pulang ke rumah tanpa menunjukkan gelagat aneh di depan istri dan anaknya. Hanya saja, pria yang sehari-hari menjual ponsel secara online itu, selalu dihantui korban dalam tidurnya.

"Tadinya saya mau menyerahkan diri ke kantor polisi, tapi takut. Saya tahan saja walaupun ngeri tiap malam didatanginya di mimpi," ungkapnya.

Hingga penangkapan terjadi, tersangka tak pernah bercerita kepada istrinya atas perbuatannya. Dia menyampaikan permintaan maaf kepada anak dan istrinya, serta keluarga korban.

"Saya menyesal, tidak ada niat membunuhnya," akunya.

Diberitakan sebelumnya, pengunjung Hotel Rio Palembang geger dengan penemuan mayat wanita bernama YL (25) di salah satu kamar. Kematian tak wajar memunculkan dugaan korban pembunuhan.

Mayat korban ditemukan di kamar hotel yang berada di Jalan Lingkaran, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Rabu (6/1) dini hari. Polisi yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi korban ke kamar mayat Rumah Sakit M Hasan Bhayangkara Palembang dan selanjutnya melakukan olah TKP.

Kapolsek Ilir Timur II Palembang Kompol Mario Ivanry mengungkapkan, korban diduga kuat tewas karena dibunuh. Hal ini berdasarkan temuan bercak darah di bantal akibat luka di wajah korban.

"Dugaannya dibunuh dengan cara wajah dipukul, leher dicekik dan mulut dibekap dengan bantal," ungkap Mario, Rabu (6/1).

Usai kejadian, pelaku yang belum diketahui identitasnya membawa kabur ponsel korban. Sebab, ponselnya tidak lagi ditemukan di lokasi.

"Kemungkinannya pelaku bermaksud menghilangkan jejak," ujarnya.

Dari keterangan saksi, korban tinggal di Rumah Susun Blok 40, lantai 4, nomor 7, Jalan Radial, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Korban menginap di hotel itu sejak Minggu (3/1). Dari pengembangan, korban berstatus sebagai wanita penghibur dan sudah menerima tiga pria selama menginap.

Korban menggunakan aplikasi WeChat untuk berkomunikasi dengan tamunya. Penyidik menaruh kecurigaan terhadap pria terakhir yang menemui korban. Pria itu datang ke kamar hotel beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas.

"Pria itu tamu korban, mereka juga sebelumnya chatting di aplikasi WeChat," kata dia.

Dari pengembangan, tersangka Agus Saputra ditangkap polisi di kediamannya di Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning, Palembang, Minggu (17/1) sore. Karena berusaha kabur dan melawan petugas, tersangka ditembak polisi sebanyak tiga lobang yang mengenai kedua kakinya.

Baca Selanjutnya: Penyidik Didatangi Korban dalam Mimpi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini