Kronologi Wahana Paris Swing di Malang Roboh

Senin, 10 Juni 2019 13:43 Reporter : Darmadi Sasongko
Kronologi Wahana Paris Swing di Malang Roboh Wahana Paris Swing Roboh di Malang. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Saat terjatuh bersama wahana paris swing atau kursi gantung, para penumpang yang menjadi korban masih dalam posisi terkunci di tempat duduknya. Lima orang masih berada di tempat duduknya, saat tiba-tiba wahana permainan itu mendadak berputar kembali.

Awalnya kursi gantung berpenumpang 12 orang itu mendadak berhenti akibat aliran listrik mati. Penumpang mengira permainan telah selesai dan tujuh penumpangnya turun dari tempat duduk.

"Lima penumpang tersebut jatuh ke aspal dan posisi tetap duduk di kursi gantung dengan tertutup atau terkunci pengamannya. Korban yang jatuh ke aspal menderita luka lecet, memar atau bengkak di bagian kaki dan wajah," kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariah, Senin (10/6).

Ainun menjelaskan, saat dalam keadaan mati karena korsleting, petugas bagian operasional atau pengemudi atas nama Muhammad Rofik dan Riyan Suandi tidak segera menurunkan saklar atau pengatur kecepatan. Sehingga posisi kecepatan masih di posisi maksimal atau tinggi.

"Saat panel listrik selesai dibetulkan secara tiba-tiba permainan kursi gantung berputar dengan cepat. Karena posisi saklar atau pengatur kecepatan masih dalam keadaan maksimal," jelasnya.

Dalam keadaan berputar dengan kecepatan maksimal dan berpenumpang hanya 5 orang atau tidak penuh, kursi gantung tersebut tidak seimbang. Akhirnya wahana permainan itu roboh ke sisi selatan.

Akibatnya kejadian itu lima penumpang tersebut ikut roboh dan terjatuh. Kelima korban di antaranya Yosifa Nesaa Fariska Dewi (12), Halatus Sakdiyah (20), Azarah Nursifa Nabila (10), Royana Billgis Anjani (12) dan Biola Dewi Sefitriya (19).

Korban Halatus Sakdiyah mengaku dadanya sesak dan leher belakang bengkak. Sehingga harus menjalani rontgen guna mengetahui dan mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sedangkan Royana Billgis Anjani juga harus rontgen karena mengalami bengkak di kaki kanan. Tiga korban lainnya Langsung diperbolehkan pulang.

Insiden kecelakaan kursi gantung terjadi Sabtu (8/6) sekitar pukul 20.30 WIB. Kecelakaan terjadi di area pasar malam di Area Luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Polisi telah meminta keterangan para operator, di antaranya Mochammad Rofik (30), Riyan Suandi (29) dan Awang Kartadiningrat (50). Hasil sementara diduga akibat korsleting listrik yang menyebabkan mesin penggerak wahana mendadak mati. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini