Kronologi Remaja Pria Kerap Curi Ponsel Demi Kekasih Sesama Jenis

Kamis, 26 Maret 2020 09:35 Reporter : Ananias Petrus
Kronologi Remaja Pria Kerap Curi Ponsel Demi Kekasih Sesama Jenis Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - NN (19) remaja pria asal Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ternyata memiliki alasan tersendiri untuk rajin mencuri handphone orang lain. NN mengidap perilaku menyimpang.

Selama ini, NN yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas II Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu menjalin hubungan dengan beberapa pria.

Kepada merdeka.com di Mapolsek Kupang Tengah, NN mengaku jika dirinya menjalin hubungan dengan Rino (28), pria asal Jawa yang tidak memiliki pekerjaan tetap di Kota Kupang selama ini.

"Kami sudah tiga bulan 'pacaran' dan dia sering jemput saya," kata NN polos, Rabu (25/3).

NN mengaku 'rajin' mencuri ponsel karena, selain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya juga untuk membayar uang kost Rino sang pacar.

"Dari setiap hasil jual handphone curian saya setor Rp 200.000 hingga Rp 300.000 untuk dia (Rino)," ujarnya.

Rino sering meminta uang kepadanya sehingga ia pun mengincar rumah serta indekos, yang pintunya lupa dikunjungi oleh pemilik. Dia pun lalu nekat masuk dan mencuri ponsel maupun laptop.

Dia juga mengaku, jika rajin ke tempat indekos Rini yang terletak di Desa Penfui Timur, namun terkadang ia dijemput oleh 'sang kekasih'.

Bahkan NN mengaku, sudah enam kali berhubungan badan layaknya suami istri bersama Rino. Sebelum melakukan, Rino lah yang mengajarinya dengan terlebih dahulu melihat gambar, atau video porno.

Dia juga mengaku, sejak dua pekan lalu Rino kabur tanpa memberitahukan dirinya. "Kami putus hubungan dan komunikasi karena handphonenya sudah tidak aktif dan dia (Rino) tidak pernah kabari saya," katanya.

Pasca 'putus' dengan Rino, NN pun mengaku tengah menjalin hubungan dengan dua pria di Kalimantan dan Sumatera yang dikenal melalui facebook.

Namun hubungan dan komunikasi mereka hanya dilakukan melalui handphone dan video call. NN juga mengaku sering mengirim pulsa kepada dua pria ini.

Dalam kurun waktu selama tahun 2020, NN mengaku sudah tujuh kali mencuri handphone di beberapa rumah dan tempat kost di Desa Penfui Timur dan Matani, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Begitu mendapatkan barang curian, ia langsung ke counter atau pusat jual beli handphone terbesar di Kota Kupang, untuk dijual. "Saya menjual handphone curian dengan harga bervariasi tergantung merk dan jenis handphone," tandasnya.

NN ternyata sebelumnya juga pernah melakukan tindak pidana pencurian dan ditangani juga oleh Polsek Kupang Tengah, pada tahun 2018 dan 2019 lalu.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Tengah dipimpin Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka, serta Kanit Reskrim, Bripka Pance Sopacua membekuk NN disebuah counter handphone tanpa perlawanan pada Senin (23/3) malam, terkait laporan kasus pencurian handphone di beberapa lokasi berbeda.

Setelah mencuri, NN masih menggunakan handphone dan simcard korban sehingga keduanya sempat berkomunikasi. Dalam komunikasi itu, NN berniat mengembalikan simcard korban.

Polisi kemudian mendapat informasi bahwa ada seorang yang membawa hp merk xiaomi redmi not 7 ke counter handphone dicabang Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota kupang untuk dibukakan kode kunci dari handphone tersebut.

Di lokasi itulah polisi menangkap NN yang kebetulan hendak mengambil handphone curiannya. Selain mengamankan pelaku NN, polisi juga menyita barang bukti satu buah handphone xiomi redmi not 7 dan satu buah handphone vivo. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencurian
  3. Homoseksual
  4. Kupang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini