Kronologi Pembunuhan Dua Wartawan dan Aktivis Lingkungan di Labuhanbatu Sumut

Sabtu, 9 November 2019 09:32 Reporter : Merdeka
Kronologi Pembunuhan Dua Wartawan dan Aktivis Lingkungan di Labuhanbatu Sumut Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan pembunuh dua aktivis lingkungan dan aktivis lingkungan, Maraden Sianipar (55) dan Maratua P Siregar (42), di Kabupaten Labuhanbatu, diancam hukuman mati.

"Pelaku pembunuhan diancam penjara seumur hidup karena menghilangkan nyawa orang lain, sesuai dengan ketentuan Pasal 340 subsider 338 junto 55,56 KUH Pidana," kata Agus, di Mapolda Sumut, Jumat (9/11).

Ia menyebutkan, kedua tersangka pembunuh itu, VS (49), warga Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, dan SH (55), warga Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

"Kedua tersangka itu, diamankan dari rumah mereka masing-masing, Selasa (5/11) sekitar pukul 01.00 WIB," ujar Kapolda.

1 dari 2 halaman

Pemilik Perusahaan Sawit jadi Otak Pembunuhan

Agus mengatakan, satu orang lagi otak tersangka pembunuhan, WP ternyata adalah pemilik perusahaan perkebunan PT Sei Ali Berombang/Koperasi Serba Amelia, yang diringkus petugas kepolisian Kamis (7/11) sekira pukul 14.00 WIB.

Menurut Kapolda, tersangka menyuruh para eksekutor (VS dan SH) menghabisi nyawa kedua aktivis yang mayatnya ditemukan di areal perkebunan kelapa sawit PT SAB/KSU Amelia tersebut karena dendam terkait konflik lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

2 dari 2 halaman

Dipukul Kayu Satu meter dan Mayat Dibuang di Parit

Tersangka pembunuhan memukul korban menggunakan kayu sepanjang satu meter dan memasukkan mayat Maraden Sianipar dan Martua Siregar ke parit perkebunan.

"Sedangkan tiga orang tersangka lainnya, yakni Joshua Situmorang (20), Rikky (20) dan Hendrik Simorangkir (38) masih buron, dan dalam pengejaran aparat kepolisian," kata jenderal polisi berbintang dua itu.

Sebelumnya, dua wartawan korban pembunuhan bernama Maraden Sianipar (55), warga Jalan Gajah Mada, Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara dan Maratua Parasian Siregar (42), warga Desa Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, ditemukan tewas dengan kondisi tubuh memprihatinkan di selokan areal perkebunan kelapa sawit PT SAB/KSU Amelia.

Korban tewas akibat luka sabetan senjata tajam di kepala, badan, lengan, punggung, dada dan bagian perut. Korban Maraden Sianipar ditemukan, Rabu (30/10) sekitar pukul 16.00 WIB, sedangkan rekannya Maratua Siregar ditemukan Kamis (31/10) sekitar pukul 10.30 WIB. [ded]

Baca juga:
Penguasaan Lahan Sawit Jadi Motif Pembunuhan Mayat Ditemukan Dalam Parit
Eksekutor Kasus Jasad Dicor Residivis, Pernah Aniaya Istri Kiai di Pesantren
Rekonstruksi Ungkap Cara Ayah Tiri di Malang Siksa Balita Hingga Meninggal
Detik-detik Istri Dibantu Anak Bunuh dan Cor Suami di Lantai Musala
Kisah Istri & Anak Durhaka Cor Jasad Ayah di Musala karena Asmara Terlarang & Warisan
Kasus Jasad Dicor, Istri Bunuh Suami Agar Bisa Nikah Sama Tetangga

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini