Kronologi dan Penjelasan Siswi di Aceh 'Tumbang' Usai Divaksinasi Covid-19

Sabtu, 25 September 2021 10:56 Reporter : Alfath Asmunda
Kronologi dan Penjelasan Siswi di Aceh 'Tumbang' Usai Divaksinasi Covid-19 Khana Darasa Naswa menjalani perawatan di rumah sakit. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Seorang siswa SMK Negeri 1 Lhokseumawe, Aceh, dilarikan ke rumah sakit usai menjalani vaksinasi Covid-19. Siswa berinisial KN (16) itu disebut mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dengan gejala mual, muntah, dan pusing.

Berdasarkan keterangan orangtua KN, Aji Usman, anaknya divaksin pada Rabu (22/9) lalu. Sebelum vaksin, dirinta tidak mendapatkan surat pemberitahuan dan permintaan izin dari pihak sekolah. Padahal, anaknya sejak kecil memang mengidap gejala sesak napas.

"Saya sangat kecewa kepada pihak sekolah karena tidak ada surat persetujuan kepada kami, apalagi meminta izin anak kami disuntik vaksin," katanya, Jumat (24/9).

Usman sebenarnya sepakat dan mendukung program vaksinasi terhadap pelajar yang kini tengah digalakkan Pemerintah Aceh. Tetapi, katanya, bukan dengan cara pemaksaan dan tanpa sepengetahuan orangtua.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kota Lhokseumawe, Anwar Jalil, mengatakan sudah empat ribu siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat di Lhokseumawe menjalani vaksinasi. Namun baru kali ini terjadi kasus seperti yang dialami siswi KN.

Dia menyebut, dalam vaksinasi memang tidak menutup kemungkinan terjadinya KIPI terhadap seseorang, dan menurutnya hal itu merupakan hal yang biasa.

"Kita tidak menginginkannya memang. Tetapi Alhamdulillah (Khana) kini sudah mulai membaik," ujarnya.

Gejala KIPI yang dialami seorang pelajar di Lhokseumawe itu menarik perhatian publik di Aceh. Bahkan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengeluarkan pernyataan resmi bahwa KN hanya mengalami sikosomatik saat divaksin.

"Berdasarkan keterangan dokter, kondisi terakhir siswi Khana Darasa Naswa baik-baik saja, namun masih perlu waktu untuk istirahat. Yang bersangkutan diketahui hanya merasa syok atau takut (sikosomatik)," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, dalam siaran pers, Jumat (24/9).

Dia memastikan, sebelum divaksin KN sudah diskrining dan tensi oleh tim vaksinator dan hasilnya normal.

Kemudian setelah menerima vaksin, KN juga diobservasi selama 30-40 menit untuk mengetahui efek yang ditimbulkan.

Winardy menuturkan, untuk vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat sudah lebih dulu dicek oleh BPOM, sehingga dari vaksin itu sendiri tidak ada masalah.

Namun secara umum, katanya, efek samping itu tetap ada seperti nyeri di titik bekas suntikan, sakit kepala, kelelahan, dan sedikit nyeri otot.

Dia berharap, pemberitaan-pemberitaan terkait dengan kejadian tersebut jangan dibesar-besarkan.

"Apalagi ditambah-tambah dengan fakta yang tidak berdasar," tegasnya.

Saat ini KN masih menjalani perawatan di rumah sakit Bunga Melati, Kota Lhokseumawe. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini