Kronologi Bos Tekstil Asal Bandung Tewas Dimutilasi di Malaysia

Senin, 11 Februari 2019 14:15 Reporter : Aksara Bebey
Kronologi Bos Tekstil Asal Bandung Tewas Dimutilasi di Malaysia Ilustrasi Mutilasi. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Ujang Nuryanto (37) pengusaha tekstil asal Bandung ini ditemukan tewas mengenaskan di Malaysia. Warga Baleendah, Kabupaten Bandung itu menjadi korban mutilasi saat melakoni bisnisnya di negeri jiran tersebut.

17 Januari
Mendiang Ujang bertolak ke Malaysia dan berencana kebali ke tanah air sepekan kemudian.

22 Januari
Keluarga tidak bisa menghubungi Ujang, padahal ia direncanakan kembali keesokan harinya.

26 Januari
Media Malaysia dihebohkan penemuan jasad termutilasi tanpa kepala di sekitar Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

1 Februari
Setelah belum mendapat kabar, pada tanggal 1 Februari pihak keluarga bersama pengacara Nuryanto bertolak ke Malaysia untuk memastikan kabar. Meski jasad sudah tidak dikenali, namun ciri-cirinya, seperti pakaian yang dipakai dan ponsel yang ditemukan di sekitar jasad tersebut menguatkan dugaan terhadap Nuryanto.

"Saat pak Nuryanto ke Malaysia itu untuk urusan bisnis. Sudah biasa menjual kain. Disana ketemu relasinya," ujar pengacara keluarga Nuryanto, Hermawan saat dihubungi, Senin (11/2).

Untuk lebih memastikannya, pihak kepolisian setempat akan melakukan tes DNA. Namun, sambil upaya itu berjalan, pihak keluarga meminta sidik jari untuk dikirim ke Indonesia.

"Sudah dikirim sidik jari dari kepolisian Malaysia melalui KBRI. Sekarang sedang dalam proses pengiriman. Sidik jari lebih cepat prosesnya dari tes DNA. Pihak keluarga masih berharap Pak Nuryanto masih hidup. Tapi kalaupun benar, sudah ikhlas," katanya.

Dua rekan bisnis Ujang di Malaysia dicokok polisi

Selanjutnya, ia memastikan polisi sudah menahan dua orang terkait kasus mutilasi tersebut. Mereka bernama Iqbal dan M Abbas yang merupakan merupakan rekan bisnis Nuryanto di Malaysia.

Mereka dimintai keterangan oleh pihak kepolisian karena selama di Malaysia Nuryanto kerap berkomunikasi bersama mereka berdua. Salah satu tujuan Nuryanto pun adalah mengambil uang sekitar Rp 7 miliar.

"Mereka sudah diamankan sekitar seminggu oleh polisi. Bukan tersangka. Hari ini terakhir pemeriksaannya. Kita akan cari tahu apakah diperpanjang (penahanannya) atau tidak," katanya.

"Mereka berdua rekan dari pak Nuryanto. Ya biasa lah, bisnis kan. Barang pak Nuryanto dititip ke mereka untuk dijual. Oya, Iqbal ini pula yang pertama kali melaporkan kehilangan (Nuryanto) kepada pihak kepolisian," sambungnya.

Sementara itu, Istri Nuryanto, Meli Rahmawati (33) mengaku masih was-was dengan kepastian kabar suaminya. Dalam hati kecil ia mengaku berharap suaminya masih hidup karena mayat yang ditemukan di Malaysia belum pasti suaminya.

"Adik (ipar) saya udah tes DNA ke Malaysia, tapi belum ada hasilnya. Katanya hasil DNA keluar, dua minggu paling lambat dan satu bulan paling lama," terangnya sambil terisak. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini