Kronologi & Update Terkini Pencarian Sriwijaya Air SJ 182

Jumat, 15 Januari 2021 12:48 Reporter : Tim Merdeka
Kronologi & Update Terkini Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Posko crisis center Sriwijaya Air. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Berita ini berisi kronologi lengkap dari awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB, hingga pencarian yang masih terus berlangsung. Berita disusun menurut update terbaru yang diterima redaksi. Silakan geser ke bawah untuk mengetahui perkembangan berita dari awal.

Jumat (14/1) pukul 12.47 WIB

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menyerahkan dua jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 kepada keluarganya. Prosesi penyerahan dilakukan Kamis (14/1) dan Jumat (15/1).

Korban yang diserahkan ke keluarga pada Jumat (15/1) adalah Co-Pilot Sriwijaya Air SJ-182 Fadly Satrianto. Sehari sebelumnya, Tim DVI Polri juga sudah menyerahkan jenazah korban Sriwijaya Air SJ-182 atas nama Okky Bisma.

Rabu (13/1) pukul 18.30 WIB

Dua jenazah baru korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air berhasil diidentifikasi. Yaitu Indah Halimah Puteri dan Agus Minarni.Dengan bertambahnya dua jenazah baru yang berhasil diidentifikasi, total sudah ada enam jenazah korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 yang terungkap. Sebelumnya teridentifikasi Asy Habul Yamin, Co-Pilot Fadly Satrianto, Khasanah, dan Okky Bisma.

Selasa (12/1) pukul 18.25 WIB

Tiga korban Sriwijaya Air SJ-182 kembali teridentifikasi. Mereka terkonfirmasi melalui hasil validasi empat kantong jenazah. Tiga korban baru teridentifikasi antara lain Asy Habul Yamin,Co-Pilot Fadli Satrianto, dan Khasanah.Dengan teridentifikasinya tiga korban hari ini, total sudah ada empat korban yang berhasil diketahui.

Selasa (12/1) pukul 17.45 WIB

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menuturkan, dari dua bagian dalam black box, yang sudah ditemukan adalah Flight Data Recorder (FDR). Sementara cockpit voice recorder (CVR) belum ditemukan. Panglima mendapat laporan mengenai penemuan FDR sekitar pukul 16.40 WIb.

Pencarian CVR harus dilakukan tanpa petunjuk dari underwater locator beacon atau sinyal pandu untuk menemukan black box. Sebab, kedua underwater locator beacon sudah ditemukan bersamaan dengan FDR.

black box sriwijaya air ditemukan

Selasa (12/1) pukul 16.30 WIB

Tim penyelam TNI Angkatan Laut telah berhasil menemukan kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Selasa sekitar pukul 16.20 Wib.

Kotak hitam itu dimasukkan ke dalam boks dan berisi air berwarna kecokelatan, kemudian dibawa menggunakan Sea Rider oleh beberapa penyelam di antaranya Kopaska dan Dislambair.

Kotak hitam itu dibawa oleh Dansatgasla Operasi SAR Sriwijaya Air Laksamana Pertama Yayan Sofyan dan Direktur Operasional Puskopaska Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi.

Kotak hitam (black box) adalah sekumpulan perangkat yang digunakan pada transportasi, merujuk kepada perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) dalam pesawat terbang.

Selasa (12/1) pukul 11.43 WIB

Analisa KNKTSriwijaya Air tidak meledak di udara dan mesin berfungsi sebelum menghantam air. Analisa ini dari data yang sudah dikumpulkan. Pertama, data serpihan pesawat yang dikumpulkan KRI Rigel. Besaran Wreckage dengan lebar 100 meter dan panjang antara 300-400 meter. Dari besaran itu, KNKT menduga pesawat tidak meledak di udara.

KNKT juga menganalisa dari temuan Basarnas. Yakni turbin pesawat dan fan blade yang mengalami kerusakan. Kerusakan pada fan blade menunjukkan kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan pesawat masih berfungsi pada ketinggian 250 kaki.

Hal lain yang menguatkan analisa KNKT mengenai kondisi pesawat, berasal dari data Airnav Indonesia. Data yang dikumpulkan termasuk pembicaraan pilot dengan pengatur lalu lintas udara yang bertugas mengendalikan penerbangan saat pesawat mengalami kecelakaan.

Dari data itu diketahui pesawat mengudara hingga 10.900 kaki dan terus turun hingga 250 kaki. Data terekam hingga 250 kaki.

"Mengindikasikan pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data. Kami menduga mesin masih hidup sebelum membentur air," tutupnya.

Selasa (12/1) pukul 09.30 WIB

Tim DVI RS Polri telah menerima 56 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak. Selain itu, tim DVI juga sudah menerima 58 sampel DNA dari keluarga korban. Ini diperlukan untuk mengidentifikasi jenazah korban.

Baca Selanjutnya: Senin (11/1): Penumpang Pertama Terindentifikasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini