Kronologi 3 Mahasiswa di Palangka Raya Tewas Tertabrak Polisi

Rabu, 24 April 2019 11:32 Reporter : Ya'cob Billiocta
Kronologi 3 Mahasiswa di Palangka Raya Tewas Tertabrak Polisi Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Ke polisian Resor Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyelidiki peristiwa tewasnya tiga mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR), yang diduga ditabrak mobil polisi.

"Kecelakaan yang terjadi di Jalan Yos Sudarso masih dilakukan penyelidikan," kata Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul R Siregar kepada wartawan, Selasa kemarin.

Ditambahkan perwira berpangkat melati dua itu, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan insiden kecelakaan. Hal tersebut guna mengetahui apa penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.

"Selain olah TKP yang kita lakukan, kami juga sudah memintai keterangan empat orang saksi mata yang diduga mengetahui peristiwa tersebut," ujar Timbul.

Peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi pada Minggu (21/4) malam sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Jalan Yos Sudarso, yang mengakibatkan tewasnya Syahril Malau (22) warga Jalan Pangeran Samuda I dan Riston Pangaribuan (21) warga Jalan B Koetin Palangka Raya. Kemudian korban Lamtio Simatupang (21) mengembuskan napas terakhir.

Rekan korban yang selamat Yogi Sidabutarbutar (22) tinggal di kawasan Jalan Yos Sudarso menjelaskan, sebelumnya Lamtio dan korban selamat Apriani Ningsih Simarmata (21) yang terluka parah sempat menjalani perawatan di RSUD dr Doris Sylvanus dan RS Siloam Palangka Raya.

"Rekan saya yang dirawat di RS Siloam itu bernama Apriani Ningsih Simarmata yang tinggal di Mes Putra Jalan Bukit Keminting," ungkap Yogi.

Yogi mahasiswa UPR yang sudah menempuh semester delapan tersebut menceritakan kronologi awal terjadinya kecelakaan tersebut. Bermula saat dia bersama pacar dan tiga rekannya itu sedang berada di kawasan Jalan Yos Sudarso, Minggu (21/4), sekitar pukul 23.00 WIB yang pada saat itu sedang mengobrol asyik di dekat toko swalayan Indomaret.

Dari arah Jalan Yos Sudarso menuju arah bundaran besar, meluncur mobil hitam bak terbuka dengan kecepatan tinggi berada di tengah jalan. Tiba-tiba mobil oleng ke sebelah kiri jalan dan menabrak lima mahasiswa yang berada di pinggir jalan sekitar pukul 23.30 WIB.

Beruntungnya Yogi yang melihat mobil tersebut menuju ke arahnya sempat menghindar, dan empat orang rekannya saat itu tidak sempat menghindar, sehingga mereka tertabrak.

"Setelah menabrak mereka, saya melihat teman-teman saya sudah tergeletak, dan pengemudi mobil itu keluar dengan menggunakan pakaian seragam polisi. Saya pun bersama beberapa warga setempat membawa rekan kami yang terluka ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan," tuturnya.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan memastikan bahwa pihaknya tetap memproses perwira polisi berinisial MH, selaku pengemudi mobil kasus tabrakan tersebut.

"Sekarang ini tahap pemeriksaan terhadap yang bersangkutan di Polres Palangka Raya," kata Hendra di Mapolda Kalteng di Palangka Raya.

Selain melakukan pemeriksaan, tugas dan jabatan yang sebelumnya diemban MH dihentikan sementara waktu, dan diambil alih oleh Wakapolres dan Kapolres setempat.

"Hal itu sebagai upaya memberikan kepada yang bersangkutan agar fokus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu," tambah Hendra.

Dikatakan, terjadinya kecelakaan di Jalan Yos Sudarso tersebut diduga karena faktor kelelahan yang dialami perwira Polres Palangka Raya itu. Sebab selama tiga hari sebelum terjadinya kecelakaan, MH selalu berkeliling memantau tahapan dan pelaksanaan Pemilu 2019.

Hendra mengatakan karena rasa tanggung jawab besar, tidak lagi terlalu memikirkan istirahat yang cukup. Alhasil secara secara fisik dan psikologi menjadi terganggu, sehingga mengakibatkan musibah terjadi.

"Rangkaian pengamanan Pemilu 2019 yang terdiri dari presiden/wakil presiden, dan legislatif itu sangat melelahkan dan menyita perhatian, baik fisik maupun psikologi oleh pihak pengamanan dan petugas," beber dia.

Mantan Kapolres Palangka Raya itu pun menyatakan faktor kelelahan itu mengakibatkan terjadinya musibah dan berujung meninggalnya tiga mahasiswa, yang sebenarnya juga tidak menginginkan hal ini terjadi.

Meski demikian, seluruh aparat kepolisian di Provinsi Kalteng, khususnya perwira serta Kapolres Palangka turut merasakan kesedihan terhadap meninggalnya tiga mahasiswa tersebut.

"Kapolres Palangka Raya juga turut memberikan bantuan dan penanganan sejak awal Kepada para korban, baik yang meninggal dan masih di rawat di rumah sakit," demikian Hendra. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini