Kriminolog: Prostitusi Wanita Cantik Terjadi Sejak Era Mataram

Selasa, 8 Januari 2019 08:04 Reporter : Lia Harahap
Kriminolog: Prostitusi Wanita Cantik Terjadi Sejak Era Mataram Ilustrasi Prostitusi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ke polisian kembali mengungkap praktik prostitusi online yang melibatkan selebritis Tanah Air. Artis Vannesa Angel dan model Avriellia Shaqqila ditangkap Polda Jatim pada Sabtu kemarin di sebuah hotel bersama pria hidung belang.

Kencan Vannesa dan pengusaha tambang pasir itu tak main-main. Polisi menyebut tarif yang dia tawarkan mencapai Rp 80 juta, sedangkan Avriellia Rp 25 juta.

Vannesa bukan satu-satunya artis yang tersandung kasus sejenis. Sejumlah artis dan model juga pernah terjerat prostitusi online, seperti Nikita Mirzani, Amel Alvi, juga Hesty pelantun lagu 'klepek-klepek'.

Meski deretan artis ini sempat berurusan dengan polisi, nyatanya hukum tak mampu menjerat mereka atas perbuatannya. Para artis terbebas karena sampai saat ini belum ada undang-undang yang mengatur soal itu.

Kriminologi Universitas Budi Luhur, Chazizah Gusnita, mengatakan, sebuah praktik prostitusi tak mungkin hanya melibatkan satu dua orang saja. Ada sejumlah orang yang saling terkait sehingga membentuk sebuah struktur. Bahkan, bisnis ini bukan tidak mungkin memiliki agensi

"Pasti melibatkan banyak orang, ada PSK, ada pelanggan, ada muncikari. Bahkan kalau ditelisik ke dalamnya lagi, di beberapa itu ada yang sampai memiliki agensi," kata Chazizah saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (7/7).

Berikut wawancara lengkap dengan Kaprodi Kriminologi Budi Luhur:

Selama ini pengungkapan praktik prostitusi sulit sampai ke akar-akarnya?

Perlu diketahui sebuah praktik prostitusi itu tidak mungkin bisa dijalankan seorang diri. Pasti melibatkan banyak orang, ada PSK, pelanggan, muncikari, dan ke dalamnya lagi jika didalami beberapa ada yang sampai memiliki agensi

Nah dengan kata lain bisa disebut ini seperti sindikat

Kenapa dalam kasus prostitusi ini sering kali wanita disebut sebagai pelaku?

Praktik prostitusi sebenarnya sudah ada sejak lama. Sejak zaman Mataram. Dahulu kala, modelnya lebih kayak upeti, hadiah yang diserahkan untuk para raja. Dari sini kita melihat bahwasannya perempuan saat itu dijadikan alat atau barang.

Kemudian saat ini kita melihat ketika ada penangkapan atau kasus prostitusi yang terbongkar, kenapa waktu paling gampang disalahkan karena dalam struktur sindikat itu, mereka berada di posisi paling rendah dan dikuasai. Belum lagi setelah terjerat, mereka mendapatkan ragam stigma di masyarakat, sebagai perempuan nggak punya malu, perempuan gampangan, salah perempuan sendiri.

Itu tercipta karena lingkungan kita masih menganut sistem patriarki di mana seorang perempuan itu digambarkan sosok yang ayu, feminim. Tapi dalam sebuah kasus prostitusi, pandangan terhadap seorang perempuan mengubah segalanya sehingga kemudian dia menjadi pihak yang disalahkan.

Seperti yang dijelaskan dalam ilmu Viktimologi, seorang PSK di satu sisi masuk dalma pelaku, tapi di sisi lain ada menjadi korban.

Hanya sebatas korban kejahatan?

Tidak, tanpa orang sadar, seorang PSK juga menjadi korban atas tubuhnya yang tak sehat karena sering berganti pasangan. Tapi beberapa dari mereka ada yang sadar dengan pakai pengaman, rajin melakukan pap smear.

Pada proses hukum, nyatanya pelanggan tak pernah terjerat?

Betul. Kenapa selalu germo atau muncikari yang terjerat hukum, karena merekalah yang buka lapak perdagangan, jadi secara otomatis dihukum

Kenapa PSK tidak, karena dalam banyak kasus juga, perempuan dianggap masih bisa dibina sebagai korban. Bahkan terkadang ada kondisi sosial yang mengharuskan masuk ke lingkungan tersebut.

Nah pelanggan, kenapa sulit, karena dia hanya membeli apa yang dijual. Ibarat perbankan, ada tawaran produk menarik, ya kalau dia tertarik ikut program itu, kalau tidak yang sudah. Makanya itu pula, banyak sekali yang identitas pelanggan ini sulit diketahui karena sangat dijaga. Apalagi jika menjadi member yang eksekutif. Ini kan buat kelancaran bisnis mereka ke depannya.

Kecuali memang diketahui ada bukti transaksi jual beli, ada videonya, mungkin itu bisa.

Tapi rasanya ini sulit, pasti identitas seorang pelanggan akan sulit diketahui karena ini bisnis sangat menggiurkan. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini