KPU Minta TGPF Kematian Petugas KPPS Tak Dipolitisasi

Rabu, 15 Mei 2019 14:11 Reporter : Ahda Bayhaqi
KPU Minta TGPF Kematian Petugas KPPS Tak Dipolitisasi KPU. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum memberikan pandangan terkait desakan pembentukan tim gabungan pencari fakta Kematian petugas dan pengawas Pemilu. Tim tersebut dinilai tidak perlu.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan tak bersikap tegas terhadap wacana tersebut. Dia hanya memandang positif niatan baik pembentukan tim tersebut.

Namun, dia meminta agar tim gabungan pencari fakta tersebut tidak malah dipolitisasi. Dia tak rela jika petugas yang gugur hanya jadi komoditas politik.

"Hanya kita meminta jangan pula gugurnya kawan-kawan kami dipolitisir sedemikian rupa, sehingga justru menjadi komoditas politik," ujarnya di kantor KPU, Jakarta, Rabu (15/5).

Wahyu mengatakan, proses otopsi jenazah harus sesuai dengan hukum. Apalagi untuk melakukan otopsi harus seizin keluarga dan melapor ke aparat yang berwenang.

"Kalau niatnya baik ya ditempuh jalur hukum itu. Dan kita minta agar tidak dijadikan komoditas politik," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan tim gabungan pencari fakta terkait petugas dan pengawas Pemilu tidak perlu. Dia menyebut tim yang disiapkan Kementerian Kesehatan untuk mencari faktor kematian dari sisi kesehatan.

"Apa itu pencari fakta, enggak perlu pencari fakta. Ini kan tim yang diperlukan adalah tim yang tadi disampaikan menteri kesehatan. Untuk mencari faktor-faktor sisi kesehatan, beban kerjanya itu yang perlu dicari," ujar Moeldoko di Jakarta, Selasa (14/5).

Desakan tersebut muncul dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Mereka meminta jenazah petugas yang gugur untuk diotopsi karena jumlahnya tidak wajar. Desakan juga datang dari Din Syamsuddin. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini