KPPA Bicara Kemungkinan Pengalihan Hukuman Tersangka Pengeroyok Siswi SMP Pontianak

Kamis, 11 April 2019 13:51 Reporter : Merdeka, Yunita Amalia
KPPA Bicara Kemungkinan Pengalihan Hukuman Tersangka Pengeroyok Siswi SMP Pontianak tersangka pengeroyok siswi SMP di Pontianak minta maaf. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Resort Kota Pontianak telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengeroyokan atau penganiayaan terhadap siswi SMP di Pontianak berinisial ABZ. Ketiga tersangka merupakan siswi SMA berinisial Ar, Ec, dan Ll.

Terhadap ketiga tersangka dikenakan pasal 80 ayat (1) UU No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara, atau kategori penganiayaan ringan sesuai dengan hasil visum oleh pihak Rumah Sakit Mitra Medika.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Dinas PPPA Provinsi Kalimantan Barat, Dinas PPPA Pontianak, serta Kepolisian Resor Kota Pontianak serta para psikolog langsung berkoordinasi untuk penyelesaian kasus ini. Tidak hanya bagi korban ABZ, tapi juga tiga tersangka.

Terbuka kemungkinan mengalihkan hukuman di luar sistem peradilan pidana. "Apabila dia ancaman hukumannya tiga tahun enam bulan penjara misalnya maka sistem peradilan membuka ruang untuk dilakukannnya diversi," ujar Sekretaris KPPPA Pribudiarta Nur Sitepu dalam jumpa pers di Kementerian PPPA, Jakarta. Seperti dilansir Antara, Kamis (11/4).

Sesuai dengan UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka terbuka dilakukan diversi. Diversi merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

"Diversi bukan menghilangkan pengenaan hukumannya karena nanti juga pihak pemerintah daerah juga nanti melakukan rehabilitasi baik terhadap pelaku maupun korban," ucap Pribudiarta.

Pendampingan akan dilakukan hingga ranah hukum untuk memastikan kasus tersebut ditangani dengan benar.

"Rehabilitasi terhadap pelaku dan mungkin juga terhadap orang tua pelakunya karena ini harus ada penanganan yang menyeluruh terhadap pelaku ini tadi agar seluruh lingkungannya yang mempengaruhi tumbuh kembangnya itu juga bisa mengalami perubahan menjadi lebih baik," kata Pribudiarta. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini