KPK usut uang USD 100 dalam pledoi Djoko Susilo

Rabu, 28 Agustus 2013 15:57 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Djoko Susilo jalani sidang esepsi. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya tidak menganggap enteng temuan uang kertas pecahan USD 100 yang terselip di dalam buku profil Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, yang diserahkan bersamaan dengan nota pembelaan (pledoi) pribadi terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri pada 2011 dan pencucian uang, Irjen Pol Djoko Susilo . Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengatakan, penemuan uang itu tidak bisa dianggap sederhana dan mesti diusut tuntas maksud serta tujuannya.

"KPK merencanakan untuk meminta konfirmasi soal tersebut pada Majelis Hakim dan berkoordinasi dengan Mahkamah Agung," tulis Bambang lewat pesan singkat, Rabu (28/8).

Bambang menyatakan, penemuan uang USD 100 di dalam nota pembelaan itu adalah kasus pertama dalam sejarah peradilan di Indonesia. Menurut dia, hal itu tidak boleh dianggap sederhana, apalagi disederhanakan.

"Tindakan itu bukan sekadar contempt of court (penghinaan kepada Pengadilan) dan atau pencemaran pada Jaksa KPK saja, tetapi juga melecehkan para pencari keadilan dan upaya pemberantasan korupsi," ujar Bambang.

Kemarin, sidang Irjen Djoko Susilo , diwarnai oleh ketegangan. Sebab, jaksa penuntut umum KPK menemukan uang kertas pecahan USD 100 saat sedang membaca buku profil Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang diserahkan bersamaan dengan nota pembelaan (pledoi) pribadi Djoko.

Alhasil, jaksa penuntut umum Kemas Abdul Roni langsung menginterupsi persidangan, saat tim penasihat hukum Djoko membacakan pledoi. Dia mempertanyakan asal-muasal uang itu. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Simulator SIM
  2. Polisi Terkaya
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.