KPK Sindir MA yang Kerap Pangkas Hukuman Kasus Korupsi: Angin Segar buat Koruptor

Kamis, 10 September 2020 14:52 Reporter : Merdeka
KPK Sindir MA yang Kerap Pangkas Hukuman Kasus Korupsi: Angin Segar buat Koruptor KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku prihatin terhadap Mahkamah Agung (MA) yang kerap memangkas hukuman terpidana kasus korupsi. KPK khawatir hal tersebut akan menjadi angin segar bagi para koruptor.

"KPK prihatin karena kecenderungan pengurangan hukuman setiap pemohon PK oleh MA tentu menjadi angin segar bagi para koruptor," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).

Selain menjadi angin segar bagi para koruptor, KPK khawatir kecenderungan MA memotong hukuman para koruptor akan menjadi preseden buruk bagi pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Di sisi lain putusan demikian juga tidak mendukung upaya pemerintah dalam perang melawan korupsi," kata Ali.

Diketahui, sepanjang 2019 hingga kini, KPK mencatat ada lebih dari 15 perkara yang ditangani lembaga antirasuah mendapat pengurangan hukuman oleh MA lewat peninjauan kembali (PK). Terakhir, MA mengabulkan PK yang diajukan mantan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi.

Dalam amar putusannya, MA memotong hukuman Tubagus Iman 2 tahun dari semula 6 menjadi 4 tahun. "Sekalipun demikian, sebagai bagian penegak hukum, KPK tentu hormati putusan majelis hakim PK tersebut," kata Ali.

KPK berharap MA segera mengirim salinan putusan lengkap PK Tubagus Iman agar dapat dipelajari lebih lanjut. Harapan itu disampaikan lantaran KPK belum mendapat salinan putusan sejumlah perkara PK yang telah diputus MA.

"Saat ini beberapa perkara PK yang telah diputus majelis hakim, KPK belum mendapatkan salinannya sehingga tidak tahu pertimbangan apa yang menjadi dasar pengurangan hukuman tersebut," kata Ali. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini