KPK Serahkan Berkas Dakwaan 2 Tersangka Korupsi PTPN XI ke Pengadilan

Rabu, 12 Januari 2022 12:39 Reporter : Merdeka
KPK Serahkan Berkas Dakwaan 2 Tersangka Korupsi PTPN XI ke Pengadilan KPK. ©2022 Antara

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas dakwaan dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin giling tebu di Pabrik Gula Djatiroto milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Dua tersangka tersebut yakni Direktur Produksi PTPN XI Budi Adi Prabowo dan Direktur PT Wahyu Daya Mandiri Arif Hendrawan.

"Jaksa Budhi telah melimpahkan berkas perkara Budi Adi Prabowo dan lainnya ke Pengadilan Tipikor pada PN Surabaya," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (12/1/2022).

Dengan pelimpahan tersebut, maka penahanan keduanya menjadi kewenangan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur. Budi Adi Prabowo akan dititipkan di Rutan Kejaksaan Tinggi, Jawa Timur, sementara Arif Hendrawan dititipkan di Rutan Polda jawa Timur.

"Kewenangan penahanan para terdakwa beralih ke Pengadilan Tipikor dan untuk kelancaran proses persidangan maka dilakukan pemindahan tempat penahanan para terdakwa," kata Ali

Ali menyebut, kini tim jaksa penuntut umum pada KPK tengah menunggu penetapan jadwal sidang yang ditentukan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Agenda sidang pertama yakni pembacaan surat dakwaan.

"Berikutnya masih akan ditunggu oleh Tim Jaksa dari Kepaniteraan Pidana Khusus Pengadilan Tipikor," ujar Ali.

KPK menetapkan mantan Direktur Produksi PT Perkebunan Nasional (PTPN) XI Budi Adi Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill atau mesin giling tebu di Pabrik Gula Djatiroto milik PTPN XI. Selain Budi, KPK juga menjerat Direktur PT Wahyu Daya Mandiri Arif Hendrawan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Budi menyepakati bahwa Arif yang akan menjadi pelaksana pemasangan mesin giling di Pabrik Gula Djatiroto walau proses lelang belum dimulai. Sebelum lelang keduanya beserta staf PTPN XI studi banding ke Thailand dengan biaya ditanggung Arif.

Usai studi banding ke Thailand, Budi memerintahkan salah satu staf PTPN XI menyiapkan dan memproses pelaksanaan lelang yang akan dimenangkan PT Wahyu Daya Mandiri. Arif diduga menyiapkan perusahaan lain agar seolah-olah turut sebagai peserta lelang.

Arif juga aktif dalam proses penyusunan spesifikasi teknis harga barang yang dijadikan sebagai acuan awal dalam penentuan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp78 miliar termasuk data-data kelengkapan untuk lelang pengadaan satu lot six roll mill di Pabrik Gula Djatiroto.

Adapun dugaan kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek pengadaan ini sejumlah sekitar Rp15 miliar dari nilai kontrak Rp79 miliar. Selain itu, saat proses lelang masih berlangsung, diduga ada pemberian satu unit mobil oleh Arif kepada Budi.

Reporter: Fachrur Rozie

Baca juga:
Eks Dirjen Kemendagri Dicecar KPK Soal Aliran Uang Pemulus Pinjaman Dana PEN
KPK Siap Diaudit Dewas Lantaran Belum Bisa Tangkap Harun Masiku
Untuk Penyegaran, KPK Rotasi 76 Pegawai
KPK Temukan Sejumlah Harta Eks Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tak Masuk Akal
Eks Penyidik KPK Robin Pattuju Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini