KPK Sempat Bongkar Paksa Pintu Rumah Persembunyian Nurhadi

Selasa, 2 Juni 2020 10:33 Reporter : Merdeka
KPK Sempat Bongkar Paksa Pintu Rumah Persembunyian Nurhadi KPK periksa Mantan Sekretaris MA Nurhadi. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron tak menampik tim penindakan mendapat perlawanan dari mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiono saat proses penangkapan.

Menurut Ghufron, tim penindakan sempat membongkar paksa pintu rumah yang menjadi persembunyian dua buronan dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA itu.

"Iya pintu tidak dibuka. KPK koordinasi dengan RT setempat untuk membuka paksa agar disaksikan, baru kemudian dibuka paksa," ujar Ghufron saat dikonfirmasi, Selasa (2/6).

Nurhadi dan Rezky ditangkap tim penindakan di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Ghufron tak mengetahui apakah rumah itu milik pribadi Nurhadi dan keluarga atau bukan.

"Kita tidak tahu lagi di rumah pribadi atau tidak. Karena yang terdata di kami ada banyak rumahnya. Kami sudah mendatangi dan menggeledah lebih dari 13 kediaman yang semuanya diklaim sebagai rumah yang bersangkutan," kata Ghufron.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan bahwa tim penindakan mengamankan Nurhadi dan menantunya di wilayah Jakarta Selatan.

"Lokasi (penangkapan) pada sebuah rumah di bilangan Jaksel (Jakarta Selatan)," ujar Nawawi.

Nawawi belum mau membeberkan lebih lanjut terkait penangkapan Nurhadi dan menantunya. Nawawi menyebut akan menjelaskan lebih detail pada hari ini. "Untuk selebihnya sampai nanti yak," kata dia.

Nawawi menyebut, penangkapan terhadap Nurhadi terjadi, Senin, 1 Juli 2020 malam. Dia mengapresiasi kinerja tim penyidik yang bekerja keras dan berhasil menyeret Nurhadi ke markas antirasuah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Tadi usai maghrib saya diminta teman-teman satgas penyidik untuk ke kantor, berdiskusi rencana penangkapan. Terimakasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD dan menantunya, RH," kata Nawawi.

Nawawi menegaskan bahwa penangkapan terhadap Nurhadi dan memantunya menjadi bukti bahwa lembaga antirasuah di bawah kepemimpinan Komjen Firli Bahuri tak melemah.

"Ini membuktikan bahwa selama ini KPK terus bekerja," kata dia.

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai Rp46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Diketahui Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

Reporter: Fachrur Rozie [ray]

Baca juga:
Nurhadi Tertangkap, Anggota Komisi III Harap Pintu Masuk Ungkap Mafia Peradilan
Nurhadi dan Menantu Tertangkap, KPK Buru Penyuap
Selain Istri, KPK Amankan Barang Bukti saat Tangkap Buron Nurhadi di Jaksel
Istri Mantan Sekretaris MA Nurhadi Ikut Dibawa KPK
KPK Tangkap Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Nurhadi
  3. KPK
  4. Ragam Konten
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini