KPK Selisik Aliran Uang dalam Kasus Korupsi Bansos Covid-19 Bandung Barat

Selasa, 27 Juli 2021 09:08 Reporter : Merdeka
KPK Selisik Aliran Uang dalam Kasus Korupsi Bansos Covid-19 Bandung Barat Bupati Bandung Barat dan anaknya ditahan KPK. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami aliran uang dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat pandemi Covid-19 pada Dinsos Bandung Barat. Pendalaman dilakukan tim penyidik dengan memeriksa para tersangka.

Salah satu yang dimintai keterangan yakni pemilik PT Jagat Dir Gantara (JGD) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG). Dia diperiksa sebagai tersangka sekaligus saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Aa Umbara Sutisna (AUM) Bupati nonaktif Bandung Barat. Totoh menjalani pemeriksaan pada Senin (26/7).

"MTG diperiksa sebagai saksi sekaligus tersangka. Tim penyidik mengonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya pemberian sejumlah uang dan pemberian lainnya kepada AUM agar jatah paket pengadaan bansos yang diterima tersangka MTG bertambah," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (27/7).

Selain memeriksa Totoh Gunawan, tim penyidik juga turut memeriksa Aa Umbara sebagai tersangka sekaligus saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Totoh Gunawan. Terhadap Aa Umbara, KPK mencecar soal penerimaan uang dari kontraktor bansos.

"AUM diperiksa sebagai saksi sekaligus tersangka. Tim penyidik mengonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya aliran penerimaan uang dengan berbagai persentase yang diterima tersangka dari para kontraktor yang mengerjakan proyek bansos pada Dinsos Kabupaten Bandung Barat tahun 2020," jelas Ali.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Selain keduanya, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JGD) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka. KPK menduga Aa Umbara menerima sekitar Rp 1 miliar terkait pengadaan ini.

Aa Umbara diduga membantu Totoh dan Andri mendapat proyek pengadaan bansos Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat tahun 2020. Sepanjang April-Agustus 2020, Pemkab Bandung Barat menyalurkan bansos bahan pangan dengan 2 jenis paket yakni bansos Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS) dan bansos saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Pembagian dua jenis bansos itu telah dilakukan sebanyak 10 kali dengan total realisasi anggaran senilai Rp 52,1 miliar.

Sumber: Liputan6.com.
Reporter: Fachrur Rozie. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini