KPK Respons Pernyataan Taufik Hidayat soal 'Tikus' di Kemenpora: Silakan Laporkan

Kamis, 14 Mei 2020 17:29 Reporter : Merdeka
KPK Respons Pernyataan Taufik Hidayat soal 'Tikus' di Kemenpora: Silakan Laporkan Taufik Hidayat diperiksa KPK. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Kprupsi (KPK) menanggapi pernyataan mantan pebulu tangkis Nasional Taufik Hidayat yang menyebut ada banyak 'tikus' di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Menurut Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, pernyataan Taufik yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 2004 sejatinya disampaikan ke bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK.

"Jika yang bersangkutan mengetahui ada dugaan tindak pidana korupsi, silakan laporkan kepada KPK dengan data yang dimiliki baik melalui Dumas maupun call center 198," ujar Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2020).

Ali menyebut, nantinya aduan dari masyarakat akan ditelaah dan diverifikasi lebih lanjut apakah benar ada dugaan tindak pidana korupsi atau tidak.

Terkait dengan kesaksian Taufik di Pengadilan Tipikor yang menyebut dirinya sebagai perantara suap terhadap mantan Menpora Imam Nahrawi, Ali menyebut tim penuntut umum KPK akan mendalami pernyataan tersebut.

Ali memastikan, pengembangan suatu perkara tindak pidana korupsi harus didasari bukti-bukti yang cukup.

"KPK tentu akan mengembangkan lebih lanjut terkait perkataan tersebut, sepanjang berdasarkan seluruh fakta-fakta hukum di persidangan setelah dilakukan analisa ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan pihak lain sebagai tersangka," kata Ali.

Taufik diketahui sempat mengatakan bahwa dunia olahraga di Indonesia tidak akan maju. Menurut Taufik siapapun menterinya, olahraga tak akan maju lantaran banyak pihak yang mengambil keuntungan di Kemenpora.

Hal itu disampaikan Taufik saat menjadi tamu di kanal YouTube Deddy Corbuzier.

"Saya bilang, mau menteri siapa pun, kalau enggak diganti separuhnya, olahraga akan begini terus, enggak bakal bisa maju. Itu harus setengah gedung dibongkar, tikusnya banyak banget," ujar Taufik.

Taufik, yang juga Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 itu kemudian memberikan contoh soal akomodasi bagi atlet.

"Sekarang gini deh, ada atlet 500. Kita dipelatnasin di hotel. Harga, let's say per atlet jatahnya Rp500.000. Kalau kita masukin orang banyak ke hotel itu, kan suka dapat diskon. Rp100.000 kali 1.000 (500) atlet. Berapa duit? Per hari," ungkapnya.

Selain itu, Taufik juga sempat menyebut dirinya merupakan perantara suap yang diterima Menpora Imam Nahrawi. Hal tersebut diungkap Taufik saat menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan suap dana hibah KONI di Pengadilan Tipikor.

Taufik yang merupakan Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 bercerita bahwa dirinya menerima pesan dari Manager Perencanaan Satlak Prima Kemenpora, Tomy Suhartanto untuk memberikan uang Rp1 miliar kepada Ulum.

"Saya dikontak pak Tomy mau menitipkan uang ke Bapak‎," ujar Taufik dalam kesaksiannya lewat video conference, Rabu (6/5/2020).

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menelisik lebih jauh pernyataan dari Taufik. Jaksa mencecar maksud dari kata 'bapak'.

"Bapak yang dimaksud itu siapa?," tanya jaksa.

Taufik menjawab, kata bapak yang dimaksud adalah Menpora Imam Nahrawi. "Ya kalau pak Ulum yang ambil, semua orang sudah tahu itu (untuk) Pak Menpora (Imam Nahrawi)," kata Taufik.

Usai dititipkan uang oleh Tomy, Taufik mengaku ditelpon oleh Ulum. Ulum kemudian menemui Taufik di kediamannya. Taufik langsung menyerahkan plastik warna hitam ke Ulum di garasi rumah.

"Saya tidak tahu pak Ulum sendiri atau ada orang lain di dalam mobil.‎ Mobil hitam Nissan XTrtail kalau tidak salah," kata Taufik mengingat kedatangan Ulum saat itu.

Setelah penyerahan uang tersebut,Taufik mengaku tak ada pembahasan lain, dan Ulum juga segera pergi. Jaksa kembali menanyakan darimana kesimpulan bahwa uang yang diambil Ulum bertujuan untuk Imam Nahrawi.

"‎Beliau sebagai asisten pribadi (Imam Nahrawi) bisa kemana-mana, dan selalu mengatasnamakan bapak, dan kami percaya saja," kata Taufik.

Reporter: fachrur Rozie

Sumber: liputan6.com [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini