KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

KPK periksa 3 tersangka kasus korupsi pembangunan venue PON Riau

Kamis, 31 Januari 2013 11:33 Reporter : Putri Artika R
Gedung KPK. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 3 anggota DPRD yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan venue PON Riau. Ketiga orang itu, yakni Zulfan Heri (Partai Golkar), Tengku Muazza (Partai Demokrat), Mohammad Roem Zein (Partai Persatuan Pembangunan).

"Ketiganya diperiksa sebagai tersangka," kata Kabag Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Rabu (31/1).

Ketiganya telah hadir di KPK sejak pukul 10.45 WIB. Mereka dibawa oleh mobil tahanan KPK.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan 6 orang tersangka yakni Adrian Ali (Partai Amanat Nasional), Abu Bakar Siddik (Partai Golkar), Zulfan Heri (Partai Golkar), Syarif Hidayat (Partai Persatuan Pembangunan), Tengku Muazza (Partai Demokrat), dan Mohammad Roem Zein (Partai Persatuan Pembangunan).

Mereka diduga menerima suap pembahasan dana pengikatan tahun jamak pembangunan PON Riau. Sebelumnya, pada Selasa (15/1), usai pemeriksaan perdananya, keenam orang itu langsung ditahan.

Dua anggota DPRD dari Fraksi PPP yakni Syarif Hidayat dan Muh Rum Zen akan ditahan di Rutan KPK yang berada di basement gedung KPK. Lalu, Adrian Ali (PAN), Abubakar Siddik (Golkar), Tengku Muhazza (Demokrat), Zulfan Heri (Golkar), di Rutan Klas 1 Cipinang, Jakarta Timur. Mereka ditahan untuk 20 hari ke depan.

Kasus ini merupakan pengembangan kasus suap PON yang melibatkan Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin, anggota DPRD Riau Faisal Aswan dan M Dunir, Manajer ADM PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Rahmat Syahputra, mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau Eka Dharma Putra, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Lukman Abbas.

Pengadilan Tipikor Riau telah memvonis beberapa terdakwa kasus ini. Rahmat dan Eka divonis dua tahun enam bulan penjara, sedangkan Faisal Aswan dan M Dunir divonis empat tahun penjara. Lukman dan Taufan belum divonis. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Korupsi PON

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.