KPK Panggil Staf DPR Terkait Kasus Suap Imam Nahrawi

Rabu, 11 Desember 2019 10:55 Reporter : Merdeka
KPK Panggil Staf DPR Terkait Kasus Suap Imam Nahrawi KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan staf DPR RI Teuku Salsabil Ali dalam kasus dugaan suap terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Teuku Salsabil akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan asisten pribadi Menpora Miftahul Ulum.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MIU (Miftahul Ulum)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (11/12).

1 dari 1 halaman

Imam Nahrawi Jadi Tersangka

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Sebelumnya, KPK sudah lebih dahulu menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut terjaring operasi tangkap tangan tim penindakan pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA). [ray]

Baca juga:
KPK Periksa Dua Tersangka Suap Imam Nahrawi dan Ristanto Suanda
Kasus Suap Dana Hibah KONI, KPK Perpanjang Penahanan Imam Nahrawi
Lengkapi Berkas Imam Nahrawi, KPK Panggil Wakil Bendahara KONI
Imam Nahrawi Klaim KPK Larang Keluarga Menjenguk
Kuasa Hukum Nahrawi Belum Tentukan Langkah Hukum Usai Gugatan Praperadilan Ditolak

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini