KPK panggil Aziz Syamsuddin terkait kasus suap dana perimbangan daerah

Selasa, 28 Agustus 2018 08:22 Reporter : Merdeka
KPK panggil Aziz Syamsuddin terkait kasus suap dana perimbangan daerah Aziz Syamsuddin diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin dijadwalkan akan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi Partai Golkar itu akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan anggota DPR Fraksi Demokrat Amin Santono dalam kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan daerah.

"Saksi Aziz Syamsuddin, anggota DPR RI periode 2014 s/d 2019 akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AMN (Amin Santono)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (28/8).

Selain Aziz, penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan Anggota Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan I Gusti Agung Rai Wirajaya dan Kasubdit Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2 Direktorat Dana Perimbangan Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yudi Sapto Pranowo.

"Keduanya juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AMN," jelas Febri.

KPK sendiri tengah menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Sebelumnya penyidik sempat menyita uang Rp 1,4 miliar dan mobil Toyota Camry. Penyidik menemukan uang Rp 1,4 miliar saat menggeledah kediaman Wabendum PPP Puji Suhartono di Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Selain kediaman pengurus PPP, ada dua lokasi lain yang digeledah KPK. Dua lokasi itu yakni rumah dinas anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN dan salah satu apartemen di Kalibata City, yang diduga dihuni oleh tenaga ahli politikus PAN tersebut.

Dalam penggeledahan itu penyidik mengamankan dokumen terkait permohonan anggaran daerah dari penggeledahan tersebut. Satu mobil Toyota Camry ikut disita dari rumah dinas anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN itu.

Dalam kasus ini KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Yakni anggota DPR Fraksi Demokrat Amin Santono, mantan PNS Kemenkeu Yaya Purnomo, Ahmad Ghiast, dan Eka Kamaludin. Ahmad Ghiast dan Eka merupakan pihak swasta.

Mereka diduga melakukan tindak pidana suap terkait usulan Dana Perimbangan Keuangan Daerah pada RAPBN-P Tahun Anggaran 2018. Terkuaknya kasus ini merupakan kerja sama KPK dengan bantuan Inspektorat Bidang Investigasi Kementerian Keuangan.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com [fik]

Topik berita Terkait:
  1. KPK
  2. Aziz Syamsuddin
  3. Kasus Suap
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini