KPK ogah tanggapi rengekan OC Kaligis soal rekening diblokir

Kamis, 1 Oktober 2015 10:47 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
KPK ogah tanggapi rengekan OC Kaligis soal rekening diblokir Uang dolar hasil OTT KPK di Medan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi enggan berkomentar banyak soal soal pemblokiran rekening terdakwa Otto Cornelis (OC) Kaligis. Johan justru meminta wartawan untuk memantau proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) DKI Jakarta.

"Kalau sudah di persidangan, tunggu saja di persidangan," kata Johan Budi usai upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/10).

Dia menambahkan, KPK sudah tidak lagi memiliki wewenang untuk mengurus masalah ini. Kalaupun pemblokiran tersebut dicabut, Johan menyebut putusan tersebut berada di tangan hakim Tipikor.

"Tunggu saja di persidangan, bagaimana putusan hakim terkait itu," ungkapnya.

Selain enggan menanggapi alasan pemblokiran rekening advokat senior itu, Johan juga enggan menjelaskan apakah hal tersebut dilakukan guna pengembangan kasus lain selain kasus suap hakim PTUN Medan yang menjerat OC Kaligis.

"Wah itu detail materi, saya enggak bisa," tambah Johan.

Seperti diketahui, dalam sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa, (22/9) lalu. Pengacara kondang, OC Kaligis sempat mengeluhkan pemblokiran rekeningnya yang dilakukan KPK.

Kaligis mengungkapkan uang yang ada dalam rekening tersebut berisi uang pembayaran gaji pegawai dan untuk operasional kantor pengacara miliknya. Sehingga dalam persidangan, ia meminta KPK untuk membuka kembali rekening pribadinya tersebut.

Menurut Kaligis, akibat pemblokiran tersebut, sekitar 70 pengacara di kantornya yang terpaksa diberhentikan karena belum mendapatkan gaji.

"Tiba-tiba rekening saya ditutup, saya mohon melalui yang mulia, KPK saja yang bayar gaji dengan listrik dan lain sebagainya," kata Kaligis dalam sidang. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini