KPK: Kepala Daerah Jabatan Dekat dengan Korupsi

Jumat, 17 Juni 2022 01:01 Reporter : Merdeka
KPK: Kepala Daerah Jabatan Dekat dengan Korupsi Firli Bahuri. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut kepala daerah merupakan jabatan yang paling dekat dengan perilaku tindak pidana korupsi.

Pernyataan ini disampaikan Firli dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada hari ini. Rakor bertujuan memberikan pengarahan dan pembekalan kepada penjabat (Pj) kepala daerah yang baru dilantik.

"Dalam catatan KPK, kepala daerah merupakan jabatan yang dekat potensinya dengan korupsi," ujar Firli dalam keterangannya, Kamis (16/6).

Rakor berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat. Acara itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang diwakilkan oleh Sekretaris Jenderal Susiwijono Moegiarso.

"Sejumlah titik rawan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program di daerah telah dipetakan, dan perlu menjadi perhatian para kepala daerah dan pejabatnya agar terhindar dari jerat tindak pidana korupsi," kata Firli.

Menurut Firli, sebagai sesama anak bangsa, kepala daerah dan pejabat pemerintahan terikat dengan tujuan negara yang merupakan kepentingan bersama. Adapun tujuan tersebut tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.

“Untuk itu kepada 48 Pj kepala daerah baru yang terdiri 5 penjabat gubernur dan 43 penjabat bupati/wali kota harus menghindari terjadinya fraud saat bertugas. Pj kepala daerah juga harus memiliki peran penting dalam menjalankan tugas dengan tujuan menjaga stabilitas keamanan dan hukum negara,” beber Firli.

Peran penting yang dimaksud di antaranya yakni mewujudkan kepentingan negara, menjamin stabilitas politik dan keamanan, menjamin keselamatan masyarakat dari segala gangguan bencana dan pertumbuhan ekonomi, menjamin kepastian kemudahan investasi dan perizinan berusaha, melaksanakan dan menjamin kelangsungan program pembangunan nasional, serta mewujudkan aparatur yang bebas dari KKN.

Firli juga menjelaskan, ada titik rawan korupsi yang harusnya menjadi perhatian para Pj kepala daerah. Di antaranya adalah terkait pengadaan barang dan jasa, pengelolaan kas daerah, hibah dan bansos, pengelolaan aset, hingga penempatan modal pemda di BUMD atau pihak ketiga.

Selain itu, titik rawan lainnya adalah korupsi pada sektor penerimaan daerah mulai dari pajak dan retribusi daerah maupun pendapatan daerah dari pusat. Kemudian, korupsi di sektor perizinan mulai dari pemberian rekomendasi hingga penerbitan perizinan dan benturan kepentingan, serta penyalahgunaan wewenang dalam proses lelang jabatan, rotasi, mutasi, dan promosi ASN di lingkungan pemerintahan.

“Oleh karena itu, KPK berharap para Pj kepala daerah agar menggunakan jabatan dan kewenangannya untuk membuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat dan mengedepankan prinsip-prinsip good governance dalam memimpin daerahnya,” tegas Firli.

2 dari 2 halaman

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Berkerja dengan Baik

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga mengingatkan kepala daerah bekerja dengan niat baik dan menjauhi penyimpangan atau moral hazard, serta meningkatkan upaya pencegahan korupsi melalui pembenahan tata kelola.

“Para penegak hukum seperti KPK sangat paham betul area rawan yang kerap jadi masalah. Jadi, kepala daerah diharapkan tidak terjerumus di pusaran rasuah,” pesan Tito kepada 48 Pj kepada daerah.

Tito juga berharap para Pj kepala daerah bisa memanfaatkan kepercayaan dari presiden dalam melaksanakan program-program pemerintah dengan baik dan benar di daerahnya masing-masing.

"Pj kepala daerah ini harus menjadi role mode agar lebih baik, karena jabatan yang dijalankan sesuai dengan aturan satu tahun, bisa diganti atau diperpanjang, dan selama tiga bulan akan dievaluasi,” jelas Tito.

Menko Polhukam Mahfud MD juga berkesempatan mengingatkan kepada Pj kepala daerah yang dipilih, agar menghindari perilaku koruptif dan dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya. Menurut Mahfud, kondisi daerah yang stabil juga sangat menentukan jalannya roda pemerintahan.

“Kita membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sinergi itu sangatlah penting, karena tanpa bersinergi, kebijakan antara pusat dan daerah mustahil bisa diimplementasikan,” kata Mahfud MD.

Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com [gil]

Baca juga:
Eks Sesmenpora Akui Dicecar KPK soal Anggaran Formula E
Anggota DPR RI Ini Mengundurkan Diri Jadi Saksi KPK di Kasus Eks Bupati Banjarnegara
KPK Temukan Dugaan Pemberian Uang Urus Pinjaman Dana PEN Kolaka Timur
KPK Periksa Eks Sesmenpora Terkait Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula E
Sidang Perdana Kasus Suap Mantan Dirjen Kemendagri Ardian Digelar Hari Ini
KPK Fasilitasi KLHK Periksa Bupati Nonaktif Langkat Terbit Rencana
Bupati Muna Mangkir dari Panggilan KPK Terkait Kasus Suap Dana PEN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini