KPK kembali panggil pegawai Bea dan Cukai terkait kasus suap di MK

Selasa, 21 Maret 2017 11:05 Reporter : Yunita Amalia
Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil tiga pegawai Bea dan Cukai untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan tindak pidana suap terhadap mantan hakim terkait uji materil peternakan hewan. Tiga orang saksi ini rencananya akan dimintai keterangannya untuk tersangka Basuki Hariman.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, berharap pihak Bea dan Cukai kooperatif atas proses hukum yang saat ini tengah disidik.

"KPK tentu berharap saksi dari Bea dan Cukai bisa hadir untuk memberikan saksi atas perkara yang saat ini sedang ditangani KPK," ujar Febri, Selasa (21/3).

Imbauan tersebut menyusul mangkirnya tiga saksi dari Bea dan Cukai, dan satu orang karyawati pada pemanggilan Senin lalu. Hal ini disesalkan KPK mengingat, Bea dan Cukai selama ini mengaku mendukung penuh KPK atas proses hukum yang sedang berjalan.

Tiga saksi yang mangkir adalah Aris Murdyanto, Kasi penyidikan I kantor pelayanan utama Bea dan Cukai tipe A Tanjung Priok, Bagus Endro Wibowo, Kasi intelejen I kantor pelayanan utama Bea dan Cukai tipe A Tanjung Priok, Wawan Dwi Hermawan kepala seksi penindakan I bidang penindakan san penyidikan, serta satu saksi Ida Johanna Meilani alias Lani selaku karyawati.

Sedangkan saksi yang dijadwalkan diperiksa hari ini ada Imrom, Kabid penindakan dan penyidikan kantor pelayanan utama Bea dan Cukai tipe A Tanjung Priok, Harry Mulya selaku direktur penindakan dan penyidikan kantor pelayanan utama Bea dan Cukai tipe A Tanjung Priok, dan Tahi Bonar Lumban Raja, Kasubdit intelejen Bea dan Cukai. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.