KPK Kembali Panggil Agung Sedayu Terkait Korupsi di Angkasa Pura Propertindo

Selasa, 5 November 2019 10:45 Reporter : Merdeka
KPK Kembali Panggil Agung Sedayu Terkait Korupsi di Angkasa Pura Propertindo Jubir KPK Febri Diansyah. ©2017 Merdeka.com/Anisatuh Umah

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Angkasa Pura Propertindo, Agung Sedayu. Namun kali ini, Agung diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DMP (Darman Mapanggara).

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DMP (Darman Mapanggara)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan jadwal pemeriksaan, Selasa (5/11).

KPK menduga, Agung memiliki keterkaitan dengan kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) pada PT. Angkasa Pura Propertindo yang dilaksanakan PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (persero) tahun 2019.

Agung sendiri diketahui, pada September 2019, sudah dipanggil terkait kasus tindak pidana korupsi yang sama untuk tersangka AYA (Direktur Keuangan AP II, Andra Agussalam).

KPK Panggil 4 Saksi Kasus Suap Mantan Dirut PT Inti

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil empat saksi dalam penyidikan kasus suap pekerjaan Baggage Handling System (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo (APP) yang dilaksanakan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Tahun 2019. Mereka diperiksa untuk tersangka mantan Dirut PT Inti, Darman Mappangara (DMP).

Empat saksi tersebut, yakni Senior Vice President of Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Agus Heryadi, mantan Senior Officer SBU Defense and Digital Service PT INTI Andi Nugroho, Managing Director PT Laju Kurnia Jaya Tris Tabah Laju, dan Endang Suherman yang merupakan sopir pribadi Darman Mappangara.

Penetapan Tersangka

KPK pada Kamis (1/8/2019) telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Agussalam (AYA) dan Taswin Nur (TSW) dari pihak swasta atau teman dekat dari Darman Mappangara (DMP). Selanjutnya, dalam pengembangan kasus itu, KPK menetapkan Darman sebagai tersangka baru pada Rabu (2/10/2019).

Untuk Taswin, saat ini dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Dia didakwa menjadi perantara suap kepada Andra sebesar 71 ribu dolar AS dan 96.700 dolar Singapura.

Latar Belakang Kasus

Dirut PT INTI Darman Mappanggara sebagai tersangka suap antar-BUMN diduga melakukan suap kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam senilai Rp100 miliar. Hal ini dilakukan Darman dengan tujuan PT INTI terpilih mengerjakan proyek baggage-handling system di PT Angkasa Propertindo.

Reporter: Muhammad Radityo [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini