KPK ke Pansel: Jangan Memberikan Nama Capim ke Presiden yang Ada Catatannya

Senin, 2 September 2019 16:33 Reporter : Sania Mashabi
KPK ke Pansel: Jangan Memberikan Nama Capim ke Presiden yang Ada Catatannya KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyoroti panitia seleksi calon pimpinan KPK (pansel capim KPK) yang memberikan 10 nama terpilih ke Presiden Joko Widodo hari ini (2/9). Dia berharap nama-nama itu tidak memiliki rekam jejak yang buruk.

"Kita sih berharap bahwa yang disampaikan oleh pansel kepada presiden itu adalah yang terbaik di antaranya yang 20 itu. Jadi ya kita berharap bahwa yang ada catatan-catatannya tidak diserahkan kepada presiden," kata Laode di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9).

Laode ingin nama-nama yang diserahkan ke presiden adalah yang terbaik. Karena, kata dia, itu adalah keinginan seluruh rakyat Indonesia.

"Jangan kita memberikan nama kepada presiden yang ada catatannya. Itu harapan kami di KPK. Bukan cuma harapan saya tapi harapan dari seluruh karyawan KPK dan saya pikir harapan dari masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Dia juga ingin pimpinan KPK yang baru bisa melanjutkan tugas-tugas yang belum selesai. Terutama melanjutkan pembentukan koordinator wilayah untuk pencegahan korupsi.

"Misalnya koordinator wilayah itu kita bentuk sembilan, tetapi stafnya belum lengkap. oleh karena itu kita berharap pimpinan yang akan datang itu melanjutkan koordinator wilayah itu menjadi ujung tombak untuk pencegahan korupsi di daerah," ucapnya.

Laode menilai pemilihan capim KPK ini sangat cepat dibanding dengan tahun lalu. Pemilihan capim periode sebelumnya berlangsung selama enam bulan.

"Kalau dibandingkan periode saya ini kayanya cepat prosesnya. Jauh lebih cepat. Kami dulu hampir enam bulan. Empat bulan lebih. Ini cepat banget," tandasnya.

Sampai saat ini terdapat 20 nama tersisa dari serangkaian seleksi yang dihelat Pansel Capim KPK.

Mereka yang lolos sampai tahap wawancara dan uji publik, antara lain Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Inspektur Jenderal Antam Novambar.

Kemudian Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Firli Bahuri, Kepala Biro Perawatan Personel Staf Sumber Daya Manusia (Karowatpers SSDM) Polri Brigadir Jenderal Sri Handayani, Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri Brigadir Jenderal Sri Herwanto.

Selain itu, jaksa Johanis Tanak, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Sugeng Purnomo, jaksa Supardi, auditor BPK I Nyoman Wara, advokat Lili Pintauli Siregar, pensiunan jaksa Jasman Pandjaitan, hakim Nawawi Pomolango.

Selanjutnya dosen Luthfi Jayadi Kurniawan, dosen Neneng Euis Fatimah dan dosen Nurul Ghufron, PNS Sekretaris Kabinet Roby Arya, PNS Kementerian Keuangan Sigit Danang Joyo, Penasihat Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Jimmy Muhamad Rifai Gani serta Karyawan BUMN Cahyo RE Wibowo.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Siapa Layak Pimpin KPK? Klik disini

Baca juga:
Pansel Serahkan 10 Nama Capim KPK ke Presiden Jokowi
Ketua WP KPK Bicara Terkait Petisi 1.000 Tanda Tangan Tolak Capim Bermasalah
DPR Ingin Pemilihan Capim KPK Selesai Sebelum Akhir September
Jokowi Disarankan Maksimalkan Divisi Antikorupsi di Kepolisian dan Kejaksaan
Menyayangkan Sikap Pansel Tak Hadiri Undangan KPK Periksa Rekam Jejak Capim
Besok Sore, Pansel Serahkan 10 Nama Capim KPK ke Jokowi [ded]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini