KPK Dalami Bupati nonaktif PPU Gunakan Dana Penyertaan Modal buat Keperluan Pribadi

Jumat, 5 Agustus 2022 15:12 Reporter : Henny Rachma Sari
KPK Dalami Bupati nonaktif PPU Gunakan Dana Penyertaan Modal buat Keperluan Pribadi Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud. ©2021 Liputan6/Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami aliran dana Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas'ud (AGM) digunakan untuk keperluan pribadi.

KPK mendalaminya melalui pemeriksaan dua saksi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/8) dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang pada penyertaan modal di perusahaan umum daerah di Kabupaten PPU tahun 2019-2021.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dugaan penggunaan aliran sejumlah uang oleh tersangka AGM yang diduga untuk keperluan pribadi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat (5/8) seperti dikutip Antara.

Dua saksi tersebut masing-masing Direktur PT Transwisata Prima Aviation Rustam Suhanda dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Kota Balikpapan Nur Afifah Balqis.

Kasus tersebut merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten PPU.

KPK total menetapkan enam tersangka kasus suap tersebut, sebagai penerima ialah Abdul Gafur Mas'ud, Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten PPU Mulyadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten PPU Edi Hasmoro, Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten PPU Jusman, dan Nur Afifah Balqis.

Sementara tersangka pemberi suap, yaitu Achmad Zuhdi alias Yudi dari pihak swasta.

Selama proses penyidikan kasus dugaan suap itu, Tim Penyidik KPK menemukan dugaan perbuatan pidana lain yang turut dilakukan Abdul Gafur Mas'ud selama menjabat sebagai Bupati PPU. Dugaan tindak pidana tersebut berupa penyalahgunaan wewenang pada penyertaan modal di perusahaan umum daerah di Kabupaten PPU tahun 2019-2021.

Dengan adanya proses penyidikan tersebut, KPK telah menetapkan tersangka. KPK mengumumkan para pihak sebagai tersangka, uraian dugaan perbuatan pidana, dan pasal-pasal yang disangkakan setelah proses penyidikan cukup serta upaya paksa penangkapan maupun penahanan.

KPK saat ini masih mengumpulkan alat bukti dengan memanggil para saksi yang terkait kasus tersebut. KPK juga mengimbau agar pihak-pihak yang dipanggil sebagai saksi selama proses penyidikan untuk kooperatif hadir dan menerangkan dengan jujur di hadapan tim penyidik. [rhm]

Baca juga:
Bendum DPC Demokrat Balikpapan Dicecar Aliran Uang Bupati Nonaktif PPU
Bupati Nonaktif Penajam Paser Utara Jalani Sidang Lanjutan Kasus Suap
Ekspresi Mantan Plt Sekda Penajam Paser Utara Jalani Sidang Lanjutan
Mangkir Panggilan KPK, Direktur Migas Kementerian ESDM Minta Dijadwal Ulang
KPK Duga Bupati Nonaktif PPU Terima Uang Kas BUMD untuk Pengeluaran Fiktif
Pengembangan Kasus Bupati Nonaktif PPU, KPK Usut Penyalahgunaan Dana Penyertaan Modal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini