KPK Banding atas Vonis Romahurmuziy: Belum Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat

Senin, 27 Januari 2020 11:40 Reporter : Merdeka
KPK Banding atas Vonis Romahurmuziy: Belum Memenuhi Rasa Keadilan Masyarakat Ketua KPK konpers korupsi proyek jalan di Bengkalis. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sikap banding terhadap putusan perkara terdakwa kasus korupsi Romahurmuziy (Rommy). KPK beralasan vonis majelis hakim belum memenuhi rasa keadilan masyarakat usai Rommy hanya diganjar hukuman dua tahun bui.

"Hakim tidak mempertimbangkan uang pengganti, ini kami rasa belum memenuhi rasa keadilan masyarakat," tulis Pelaksana tugas juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri lewat pesan singkat diterima, Senin (27/1/2020).

Alasan lain, lanjut Ali, KPK juga keberatan dengan putusan hakim yang tidak mencabut hak politik dimiliki terdakwa. Karenanya, Ali menyatakan tim jaksa KPK akan segera menyusun memori banding dan menyerahkannya kepada Pengadilan Tinggi Jakarta melalui Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

"Kami rampungkan segera," jelas Ali.

Diberitakan sebelumnya, pekan kemarin hakim Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan penjara kepada eks Ketum PKB ini dalam kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Vonis tersebut dinilai terlalu ringan dari pidana suap dilakukannya sebab hanya setengah dari tuntutan jaksa dan tanpa pencabutan hak politik.

Diketahui, Rommy sah dan dinyatakan bersalah menerima suap jual beli jabatan di Kementerian Agama sebesar Rp255 juta dari Haris Hasanudin yang mengikuti seleksi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Selain dari Haris, Rommy juga bersalah menerima suap dari M Muafaq Wirahadi. Suap tersebut berkaitan proses pengangkatan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini