KPK Ajak PBNU Istiqomah Pimpin Jihad Sosial Lawan Korupsi 

Sabtu, 25 Desember 2021 08:01 Reporter : Muhammad Permana
KPK Ajak PBNU Istiqomah Pimpin Jihad Sosial Lawan Korupsi  Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Ombudsman. ©Ombudsman RI

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengucapkan selamat atas terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) yang baru dalam Muktamar NU ke 34 yang digelar di Lampung. Komisi antirasuah juga mendorong NU untuk lebih berperan dalam perang bersama melawan korupsi.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan, NU telah banyak berperan dalam menjaga kebhinekaan di Indonesia. Karena itu ke depan, kepemimpinan NU yang baru bisa mengarahkan perjuangannya kepada masalah yang lebih spesifik, yakni korupsi yang masih menggurita di negeri ini.

“KPK berharap NU yang telah berdedikasi pada perjuangan melahirkan, menjaga dan merawat Indonesia, bisa ikut memimpin perjuangan melawan korupsi. Karena korupsi menjadi masalah yang menghambat cita-cita para pendiri bangsa,” katanya di Jember, Jumat (24/12) malam.

Dia menilai, korupsi saat ini sudah merasuk ke segala penjuru dan sektor bangsa. Karena itu dibutuhkan upaya besar dari semua pihak untuk bersama-sama membangun gerakan melawan korupsi.

“Indonesia yang diharga matikan oleh NU sedang berjuang melawan korupsi. Tidak boleh ada yang tertinggal dan diam dalam perjuangan pemberantasan korupsi. Segenap elemen bangsa harus mengambil bagian dalam gerakan anti korupsi,” ujarnya.

Dengan basis jumlah massa yang besar serta kultur yang terkandung, Ghufron mengungkapkan, NU layak memimpin gerakan sosial jihad melawan korupsi.

“Kami berharap NU istiqomah dan menjadi terdepan dalam gerakan moral dan gerakan sosial dalam memberantas dan membersihkan korupsi dari bumi Indonesia. Kebesaran NU dari sisi nilai maupun jumlah jamaah nya diharapkan mampu memotori gerakan sosial anti korupsi,” terangnya.

“Saatnya NU kembali tampil menjadi pemimpin perjuangan dan Jihad Melawan Korupsi Saatnya NU,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Muktamar NU ke 34 menghasilkan Katib Syuriah PB NU 2015 – 2020, KH Yahya Cholil Staquf untuk menjadi Ketua Umum PB NU selama lima tahun ke depan. Adapun Rais Aam PB NU –pemimpin spiritual tertinggi- ditetapkan kepada KH Miftachul Akhyar.
Berbeda dengan pemilihan ketua umum yang menggunakan sistem musyawarah dan voting, pada pemilihan Rais Aam PB NU menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Yakni musyawarah yang dilakukan 9 kiai senior. [fik]

Baca juga:
Miftachul Akhyar Ditunjuk Rais Aam NU: Amanah yang Sangat Berat
Gus Yahya Siapkan Dua Agenda Besar NU
Wapres: PBNU Dikendalikan Pilot Handal, Situasi Segawat Apapun Dapat Diatasi
Wapres Ma'ruf Amin: NU Mitra Pemerintah Paling Setia
Gus Yahya Ungkap Suasana Saat Pemilihan Ketum PBNU: Saking Asyiknya, Kami Lupa Tidur

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini