KPAI Minta Sekolah Larang Anak Ikut Demo

Jumat, 16 Oktober 2020 14:14 Reporter : Merdeka
KPAI Minta Sekolah Larang Anak Ikut Demo Pelajar Diduga Akan Demo Diamankan di Stasiun Bekasi. ©2020 Merdeka.com/Adi Nugroho

Merdeka.com - Maraknya pelibatan anak dalam aksi unjuk rasa membuat keprihatinan sendiri bagi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra meminta agar pihak sekolah melarang anak didiknya untuk terjun dalam aksi demonstrasi.

Bukan hanya itu, KPAI juga meminta orang tua untuk memberi anak-anaknya pengertian.

"Meminta orang tua, sekolah, masyarakat untuk memastikan anak tidak ikut demo dalam situasi yang memiliki risiko tinggi terhadap keamanan dan keselamatan anak," kata Jasara dalam keterangan tulis, Jumat (16/10).

Dia juga meminta para petugas pengamanan demo untuk melakukan upaya-upaya persuasif kepada anak agar tak terlibat dalam aksi unjuk rasa.

"Melakukan sosialisasi agar kendaraan yang melintas tidak memberikan tumpangan kepada anak yang akan menuju ke area unjuk rasa," ujarnya.

Di samping, Jasra mendorong pemerintah maupun pemerintah daerah untuk melakukan inovasi program pencegahan agar anak-anak tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang berpotensi anak-anak berada dalam situasi yang tidak aman. Menurutnya, jalanan di mana anak berhari-hari berada di sana bukanlah tempat yang terbaik bagi anak.

Apalagi situasi Covid-19 yang masih belum usai menempatkan anak dalam potensi terpapar dan atau menularkan kepada anggota keluarga lainnya.

"Maka hak kesehatan dan hak hidup anak menjadi pertimbangan utama bagi semua pihak dalam melakukan pencegahan agar risiko bencana non alam ini dapat dilakukan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan pelibatan anak dalam aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja. Kali ini, anak-anak ditemukan ikut dalam aksi penolakan UU Cipta Kerja yang digelar Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212, Selasa (13/10/2020).

Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra mengungkapkan dalam aksi itu, dia memantau langsung keterlibatan anak-anak dalam aksi. Dalam kesempatan itu, Jasra mengaku mendapati anak yang tengah memegang selembar uang dengan nominal Rp 5 ribu.

"Jadi saya melakukan pengawasan, saya enggak ikut demonya. Kebetulan ada anak memegang duit lima ribuan bersih, baru. Saya candain 'wah duitnya bagus banget ini,' dia lagi beli es. Dia spontan bilang, 'iya ini abis diberi abang-abang lima ribuan'," jelas Jasra Putra kepada Liputan6.com, Rabu (14/10).

Jasra menuturkan, lantaran anak-anak merasa curiga dengan dirinya, mereka pun langsung segera pergi. Alhasil dirinya tak bisa lebih jauh mendalami soal uang tersebut.

"Saya enggak mendalami abang-abang yang mana. Setelah mereka pesan es teh, lalu mereka menjauh dari saya," kata dia.

Jasra tak tahu pasti apakah anak-anak tersebut datang memang dimobilisasi oleh pihak tertentu, ataukah hanya inisiatif pribadi lantaran ingin bermain-main.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini