KPAI Minta Pemerintah Penuhi Kebutuhan Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19

Kamis, 22 Juli 2021 10:29 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
KPAI Minta Pemerintah Penuhi Kebutuhan Anak yang Kehilangan Orangtua Akibat Covid-19 Angka kematian Covid-19 pecah rekor. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah pusat dan daerah memastikan kebutuhan anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid-19. Diantaranya kebutuhan pendidikan, hak asuh maupun kesehatan.

"KPAI mendorong pemerintah daerah memastikan pemenuhan hak anak-anak yang kehilangan orangtuanya tersebut, seperti pemenuhan keberlangsungan hak atas pendidikannya, memastikan anak-anak tersebut dalam pengasuhan oleh keluarga terdekat, hak pemenuhan kesehatannya, dan sebagainya," ucap Komisioner KPAI Retno Listyarti, Kamis (22/7).

Dia menambahkan, pengasuhan anak yang kehilangan orang tua akibat covid-19 harus dipastikan dilakukan oleh kerabat atau keluarga besar mereka. Panti asuhan, kata dia, seharusnya menjadi pilihan terakhir.

"Penanganan ini tentu memerlukan kehadiran Negara serta dukungan APBN dan APBD demi kelangsungan hidup dan masa depan anak-anak yang masih di bawah umur," katanya.

Retno melanjutkan, KPAI mendorong pemilahan data yang lebih rinci terkait jumlah anak-anak yang kehilangan salah satu orangtuanya atau jumlah anak-anak yang kehilangan kedua orangtuanya. Dia bilang, harus dilakukan pemetaan wilayah domisili anak-anak tersebut agar penanganannya melibatkan pemerintah daerah secara langsung.

"Dalam hal ini bisa mengaktifkan peran Dinas Dukcapil setempat dengan dasar Kartu Keluarga yang diperbaharui karena ada keluarga yang meninggal," kata Retno.

Selain itu, KPAI mendorong adanya kesadaran publik melalui media massa dan kampanye media sosial terkait proses hukum dalam hal adopsi. Kemungkinan, sebagaimana dampak bencana alam kerap banyak muncul permohonan untuk mengadopsi anak-anak yatim piatu yang beredar di media sosial.

"Hal ini membuat anak-anak rentan terhadap perdagangan dan pelecehan anak. Selain itu, banyak anak yang juga memerlukan konseling untuk mengatasi kesedihan dan trauma mereka," ujarnya.

KPAI juga mendorong pengetatan pembatasan sosial seiring kasus yang terus meningkat. Retno bilang, kasus sudah meningkat beberapa kali lipat, maka kegiatan pembatasan sosial juga harus lebih ketat.

"Pengetatan secara nyata harus dilakukan agar jangan sampai terus jatuh korban, agar anak-anak terlindungi dan tidak bertambah lagi anak-anak di bawah umur yang kehilangan salah satu atau malah kedua orangtuanya," pungkasnya. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini