Kota Tasikmalaya Terapkan New Normal, Aparat Gabungan Awasi Pusat Keramaian

Selasa, 2 Juni 2020 23:46 Reporter : Mochammad Iqbal
Kota Tasikmalaya Terapkan New Normal, Aparat Gabungan Awasi Pusat Keramaian Check Point Pengawasan PSBB. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kota Tasikmalaya mulai Selasa (2/6) memberlakukan fase kenormalan baru (new normal) atau adaptasi kebiasaan baru (AKB). Di hari pertama perbelakukan new normal, sejumlah aparat gabungan diturunkan untuk menjaga pusat-pusat keramaian agar warga tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto mengatakan sesuai keputusan Wali kota Tasikmalaya, AKB mulai diberlakukan di selurun Kota Tasikmalaya. Sejumlah personel unsur TNI, Polri dan Pemkot Tasimalaya melakukan pengawasan di pusat-pusat keramaian.

Sebelum diberlakukan AKB, Anom mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para pengusaha agar menyiapkan satuan tugas di lingkungannya masing-masing.

"Kita juga akan membantu pengamanan dan mendisiplinkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan," kata dia, Selasa (2/6).

Sejumlah titik yang dijaga antara lain pusat perbelanjaan, pool bus dan tempat usaha lainnya yang diperkirakan menjadi tempat berkumpulnya banyak orang. Meski mulai diberlakukan AKB, dia memastikan polisi akan tetap melakukan penjagaan di perbatasan Kota Tasikmalaya.

"Meski Kota Tasikmalaya telah masuk sebagai zona biru tapi pergerakan keluar masuk orang tetap harus diawasi. Yang mau masuk, harus seusai syarat, seperti membawa surat keterangan dan dinyatakan sehat. Kalau tidak, kita akan putar balikan," ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Ratusan Warga Ikuti Swab Test Massal

Petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap menggelar tes swab massal di Kampung Buninagara, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa (2/6). Tes swab massal itu menyasar ratusan warga di wilayah itu yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan bahwa kegiatan tes swab massal tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan Kota Tasikmalaya dipilih sebagai salah satu pencontohan (pilot project) karantina mikro.

"Dalam dua hari ke belakang terdapat tambahan satu kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya yang berasal dari Kampung Buninagara. Walaupun diduga terpapar di daerah lain, tapi dia tinggal di sini dan telah melakukan kontak dengan banyak orang," kata Budi.

Laporan penambahan kasus itu, disebut Budi, disampaikan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya ke Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jabar sehingga kemudian Kota Tasikmalaya dipilih menjadi pilot project program karantina mikro.

Untuk memastikan kondisi warga yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19, Gugus Tugas melakukan tes swab massal di wilayah itu. Sekira 100 orang dites swab dan hasilnya akan diketahui dalam waktu cepat.

"Mudah-mudahan dengan swab ini akan memudahkam kita memutus mata rantai Covid-19," tambahnya.

Saat ini, ada sekitar 30 warga di delapan rumah di Kampung Buninagara yang diisolasi. Isolasi itu sensiri menjadi bagian dari program karantina mikro. Setelah melakukan swab massal, pihaknya masih menunggu hasil tes swab untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Jika ditemukan ada warga yang positif, karantina mikro akan diperluas. Artinya, lingkungan itu akan diisolasi secara penuh. Namun, jika hasilnya negatif, petugas medis tetap akan melakukan pemantauan selama 14 hari," jelasnya.

Koordinator kegiatan tes swab massal, Eti Kusmiati menyebut bahwa hasil tes swab dapat diketahui dalam waktu dua hari. Namun ia memastikan bahwa pengawasannya akan dilakukan selama 14 hari, termasuk warga yang diisolasi mandiri.

"Setelah 14 hari, kita akan melakukan tes swab ulang kepada 100 orang tersebut. Tes swab ulang itu dilakukan untuk memastikan tak ada tambahan kasus baru," sebutnya.

2 dari 2 halaman

Delapan Rumah Diisolasi

Sementara itu, Ketua RW 04, Kampung Buninagara, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Yayat Supriatna membenarkan bahwa di wilayahnya terdapat delapan rumah yang diisolasi.

"Mereka sudah menerima keputusan itu, meski ada pro-kontra dari warga. Kita akan terus berkoordinasi dengan aparat untuk menjamin kondusivitas di wilayah itu selama melaksanakan isolasi," ungkapnya.

Ia memastikan, warga yang diisolasi telah dijamin kebutuhan sehari-harinya untuk makan dan lainnya selama 14 hari. "Yang penting mereka benar-benar isolasi dan tidak keluar rumah," tutupnya. [ray]

Baca juga:
Ridwan Kamil: Kami Belum Mengizinkan Wisatawan dari Luar Jabar
Ingin Terapkan AKB, Pemerintah Daerah Harus Cabut Status PSBB
Ganjar Pertimbangkan Potensi Gelombang II Covid-19 Sebelum Terapkan New Normal
Kemendikbud Siapkan Aturan Kegiatan Belajar Mengajar saat New Normal
Di Kenormalan Baru, INACA Sepakat Kapasitas Angkut Penumpang Pesawat Hanya 70 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini