Kota Kupang Bakal Jadi Tuan Rumah Hari Konservasi Alam Nasional 2021

Rabu, 10 Februari 2021 14:57 Reporter : Ananias Petrus
Kota Kupang Bakal Jadi Tuan Rumah Hari Konservasi Alam Nasional 2021 Kota Kupang akan jadi tuan rumah Hari Konservasi Alam Nasional 2021. ©2021 Merdeka.com/Ananias Petrus

Merdeka.com - Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, bakal menjadi tuan rumah Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Agustus 2021 mendatang. HKAN merupakan hari peringatan yang memiliki tujuan untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat.

HKAN juga memiliki tujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat, untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam.

Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur, Timbul Batubara mengatakan, lokasi puncak perayaan HKAN 2021 akan digelar di area Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang dan Pantai Lasiana.

Menurutnya, dua lokasi tersebut letaknya satu hamparan yang saling berhubungan dan sudah dikunjungi Direktur Jenderal KSDAE, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi, serta Analis Kebijakan Utama pada Pusat Kebijakan Strategis KLHK.

Event HKAN 2021 di Kota Kupang, kata dia, menjadi momen spesial bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengekplorasi ide, pikiran dan gagasan dalam berbagai kegiatan.

"Akan ada atraksi seni dan budaya, jambore atau kemah konservasi alam, pameran budaya dan konservasi alam, lomba foto dan video, penanaman pohon cendana, temu kader konservasi, bedah buku Ring of Beauty East Nusa Tenggara, hingga pucak acara 10 Agustus 2021,” Jelasnya, Rabu (10/2).

Timbul mengatakan, HAKN merupakan momen strategis untuk mengajak masyarakat guna berperan aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati, kawasan konservasi serta lingkungan hidup.

Pencanangan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah HKAN 2021 sangat tepat mengingat secara geografis, keberadaannya penting bagi penyebaran dan keberlangsungan satwa liar endemik di wilayah Walacea.

"Kepulauan Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai daerah dengan tipe hutan savana dengan musim kemarau dan musim penghujan yang kontras, serta keindahan alam bahari yang spektakuler. Terdapat 4 taman nasional, 12 taman wisata alam, 6 cagar alam, 8 suaka margasatwa, dan 2 taman buru di Nusa Tenggara Timur, yang memiliki nilai konservasi tinggi,” tutupnya. [ray]

Baca juga:
Canggih, Insinyur Asal Amerika Ini Ciptakan Salinan 3D Badak Sumatra Pertama di Dunia
Tujuan Konservasi Beserta Pengertian, Etika, dan Contohnya
Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup, Jenis, Serta Cara Menanggulanginya
Walhi: Isu Lingkungan Hidup Harus Diperjuangkan Semua Elemen
Abrasi di Pantai Kuta Semakin Mengkhawatirkan, Pohon-Pohon Terancam Tumbang
Ajak Masyarakat Kembali ke Alam, Intip Keunikan Sekolah Paguyuban Sunda Hejo di Garut

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini