Koruptor Harus Dihukum Mati

    Sumber : | Sabtu, 4 Juni 2005 15:15
    Koruptor Harus Dihukum Mati
    Kapanlagi.com

    Merdeka.com - Kapanlagi.com - Pengamat politik Prof. DR.Ryaas Rasyid mengatakan, untuk memberantas korupsi di Indonesia, para koruptor yang terbukti korupsi sebaiknya dijatuhi hukuman mati atau paling tidak hukuman seumur hidup. "Untuk mengatasi masalah korupsi, politik ekonomi serta penegakan hukum kita memang harus dibenahi."

    "Mereka yang tebukti melakukan korupsi, seharusnya diberikan hukuman mati atau hukuman seumur hidup," katanya. Presiden Partai PDK ini mengatakan, sistem pemerintahan Indonesia perlu segera dibenahi, karena pemberantasan korupsi hanya dapat dilakukan melalui pendekatan komprehensif, dengan cara mengintegrasikan pengetahuan dengan kekuasaan.

    Ryaas melihat bahwa penegakan hukum di Indonesia belum dapat dilakukan sepenuhnya, karena yang tampak hanya pembenahan hukum, itupun bersifat diskriminatif. Sementara itu, terkait masalah demokrasi di Indonesia yang dinilai belum maju dan kemiskinan masih melilit bangsa, hal itu disebabkan Indonensia belum memprioritaskan pendidikan anak bangsa.

    Salah satu alternatif untuk mengatasi kemiskinan, kemelaratan serta pelencengan demokrasi, hanya melalui pendidikan, sebab pembangunan peradaban atau kemajuan bangsa hanya dapat dilakukan melalui pendidikan dan hanya dengan pendidikan, demokrasi dapat terbentuk.

    "Bila masyarakat Indonesia cerdas (berpendidikan), dan mampu mencitapkan lapangan kerja, dapat dipastikan demokrasi akan mengalami perkembangan," ujarnya. Ryaas menuturkan, sudah 60 tahun Indonesia merdeka, tetapi mengapa sampai sekarang masih bayak hak-hak rakyat yang belum terpenuhi.

    Busung lapar tenyata masih melanda bangsa Indonesia, banyak rakyat yang masih melakukan pekerjaan seperti yang dilalukan para nenek moyang mereka saat masa penjajahan, kemiskinan merajalela pada masyarakat lapisan bawah, lapangan kerja semakin sempit sehinga penganguran makin betambah.

    "Hal tersebut terjadi karena bangsa ini belum memprioritaskan pendidikan," ujarnya dan menambahkan, harkat dan martabat bangsa hanya dapat terangkat melalui pendidikan, masyarakat kelas menengah bawah dapat berdiri tegak bila memiliki pendidikan yang tinggi.

    Selain masalah pendidikan, Ryaas juga menyinggung masalah kebutuhan ekonomi rakyat dalam mengatasi kemiskinan. Tidak menjadi soal sistem keuangan apa yang dipromosikan pemerintah, tetapi mampukan berbagai kebijaksanaan yang diputuskan pemerintah diterapkan dan menciptakan lapangan kerja." (*/tut)

    Rekomendasi Pilihan


    Komentar Anda



    BE SMART, READ MORE