Korupsi di Polres Blora, Pasutri Bripka Etana dan Briptu Eka Dihukum 6 Tahun Penjara

Selasa, 27 September 2022 15:34 Reporter : Yan Muhardiansyah
Korupsi di Polres Blora, Pasutri Bripka Etana dan Briptu Eka Dihukum 6 Tahun Penjara Sidang putusan dua anggota Polres Blora di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (27/9). ©Antara/IC Senjaya

Merdeka.com - Pasangan suami istri (pasutri), Bripka Etana Fani Jatnika dan Briptu Eka Maryani, terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana penerimaan negara bukan pajak atau PNBP sebesar Rp3,049 miliar di Kepolisian Resor (Polres) Blora, Jawa Tengah. Keduanya dihukum masing-masing enam tahun penjara.

Putusan dibacakan Hakim Ketua Rochmad pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa (27/9). Hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta agar pasutri itu dipidana masing-masing selama 6,5 tahun penjara.

Selain hukuman badan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp300 juta kepada kedua terdakwa pasangan suami istri atau pasutri yang jika tidak dibayarkan maka harus diganti hukuman kurungan selama tiga bulan.

2 dari 3 halaman

Hukuman Tambahan

Kepada terdakwa Bripka Etana Fani Jatnika, hakim menjatuhkan hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,4 miliar. Jika tidak dibayarkan setelah putusan berkekuatan hukum tetap akan diganti dengan kurungan selama satu tahun.

Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Terdakwa sebagai aparat penegak hukum tidak menjadi contoh yang baik dalam upaya pemberantasan korupsi," kata hakim Rochmad seperti dilansir Antara.

Atas putusan tersebut, baik jaksa maupun terdakwa menyatakan pikir-pikir.

3 dari 3 halaman

Setor Dana ke Rekening Paypall

Tindak pidana korupsi yang dilakukan pasutri anggota Polri pada kurun waktu Agustus hingga Desember 2021 itu terungkap setelah ditemukan adanya selisih antara dana yang tersimpan dalam rekening penampungan Polres Blora dengan laporan yang disampaikan terdakwa Briptu Eka Maryani selaku bendahara penerimaan di Polres Blora.

Selisih dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang seharusnya disetorkan ke kas negara itu justru digunakan terdakwa Bripka Etana untuk mengisi rekening aplikasi Paypall miliknya.

Dari dana yang tersimpan dalam rekening Paypall tersebut, terdakwa telah memperoleh keuntungan sebesar Rp125 juta yang uangnya digunakan untuk melunasi pembelian mobil. [yan]

Baca juga:
Kesaksian Eks Dirjen Kemendag Bantah Beri Arahan Khusus Izin Ekspor CPO
KPK soal Kasus Lukas Enembe: Kami Keras Terapkan Pasal Obstruction of Justice
Sedang Marak, Begini Cara KPK Ajari Ribuan Kades di Jateng Perangi Korupsi
Analisis Pakar soal Kemungkinan Lukas Enembe Dijerat Pidana Judi di Luar Negeri
KPK Siapkan Langkah Preventif agar Korupsi Hakim Agung MA Tidak Terulang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini