Korban Tsunami Banten: Doain Ya, Kalau Umur Panjang, Aku Mau ke Yaman

Selasa, 25 Desember 2018 05:03 Reporter : Kirom
Korban Tsunami Banten: Doain Ya, Kalau Umur Panjang, Aku Mau ke Yaman Teman korban tsunami banten Nidaul Khusna. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Adel (16), tak kuasa menahan air matanya, saat menyaksikan langsung teman dekatnya di Pondok Pesantren Madinatunnajah, Jombang, Tangerang Selatan Nidaul Khusna (16), dimandikan sebelum dibungkus kain kafan untuk disalatkan dan dimakamkan.

Nidaul Khusna, adalah satu dari 8 korban meninggal dunia yang berangkat untuk berlibur ke Pantai Carita, Banten bersama belasan warga Perumahan Bukit Nusa Indah, Ciputat serta kedua orang tuanya Matori (selamat) dan Rumisih yang turut menjadi korban Tsunami.

Adel mengaku masih mengingat percakapan terakhirnya bersama Nida, sebelum akhirnya persahabatan keduanya dipisahkan oleh maut.

"Kami saat ini sedang libur pesantren, saat itu kami sempat video call hari Jumat malam, sebenarnya mau obrolin rencana pertemuan santriwati tanggal (23/12). Tapi Nida cerita enggak bisa ikutan, karena mau menemani orang tuanya berlibur ke Carita. Terus dia banyak cerita soal yang lain juga," ucap Adel teman pesantrennya sejak 1 Tsanawiyah itu.

Namun lanjut Adel, Nida berjanji akan menyempatkan untuk kumpul bareng bersama teman-teman pesantren di luar Pondok Pesantren Madinatunnajah pada Minggu (23/12).

"Dia bilang tanggal 23 pagi dia pulang, pokoknya sorenya dia mau ketemu di Pengajian Majelis Rasulullah. 'Pokoknya sore nanti kita ketemuan'," menirukan percakapan Adel bersama Nida.

Adel lalu menceritakan, keinginan terbesar Nida untuk melanjutkan pendidikannya hingga ke luar negeri.

"Cita-citanya dia itu mau lanjut sekolah ke Yaman, itu impian terbesarnya," kata Adel.

Adel pun memberi semangat besar kepada Nida atas impiannya itu, Nida juga berkinginan teman-teman di Pondoknya saat ini bisa sukses meraih ilmu.

"Aku kasih semangat, karena dia memang orangnya pintar. Sekarang lagi giatin bahasa Arab. Terus dia bilang, kita semua harus sukses bareng-bareng 'ayo sama-sama kita tebalin belajar bahasa arabnya'," ucap Nida kepada Adel.

Setahu Adel, sejak duduk dibangu Tsanawiyah, Nida terbilang sebagai santriwati yang cerdas. Dia selalu menunjukkan itu, dengan menjadi bintang di angkatan Pondok Pesantrennya.

"Selalu rangking di Pondok, anaknya memang pintar dan semangat belajarnya yang luar biasa. Terus, dia bilang lagi 'insya Allah, doain ya, kalau umur panjang aku mau ke Yaman," kenang Adel. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini