Korban selamat perampokan sadis Pulomas trauma masuk kamar mandi

Kamis, 19 Januari 2017 15:11 Reporter : Ronald
Korban selamat perampokan sadis Pulomas trauma masuk kamar mandi Rilis pembunuhan di Pulomas. ©2017 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribuan, mendatangi Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/1). Kedatangannya untuk menyampaikan agar korban perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur beberapa waktu lalu mendapatkan perlindungan saksi dan korban dari pihak Kepolisian.

"Ada lima saksi korban atas peristiwa itu. Ada Zanette yang masih berusia 13 tahun, kemudian ada empat asisten rumah tangga semuanya perempuan dan LPSK memberikan perlindungan prosedural itu berupa pendampingan dalam setiap proses hukumnya kemudian juga baik di kepolisian maupun nanti dipengadilan serta kalau ada kebutuhan penerjemah untuk Zanette akan disediakan," ujarnya di lokasi.

Kata Edwin, meskipun semua pelaku telah diamankan, namun trauma masih menyelimuti para korban. Bahkan, lanjutnya, para korban masih ada yang trauma untuk masuk ke kamar mandi.

"Ada yang mengalami halusinasi, ada yang memiliki ketakutan terhadap kamar mandi. Karena mungkin lama waktunya penyekapan mereka dikamar mandi itu. Sehingga katakanlah untuk 4 asisten rumah tangga itu, saling bersamaan keluar kamar mandi dan saling menunggu. Sama seperti Zanetta juga, masih ada trauma dengan kamar mandi," bebernya.

"Kami juga sudah melakukan pemeriksaan assessment psikologis terhadap mereka, oleh ahlinya yah psikolog dan mungkin ada jadwal rutin untuk mereka mendapatkan trauma healing dari psikologi," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 11 orang disekap dalam kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter. Lima orang harus dilarikan ke rumah sakit, sementara itu lima orang lainnya meregang nyawa karena kehabisan oksigen.

Hanya hitungan hari, petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dan juga Polres Jakarta Timur, berhasil meringkus semua pelaku keji tersebut. Satu dari empat pelaku terpaksa harus diberi timah panas karena melawan, yakni Ramlan Butar Butar yang sebagai otak dari perampokan tersebut. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan Pulomas
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini