Korban salah tangkap polisi lapor ke Komnas HAM

Senin, 23 Juni 2014 16:19 Reporter : Wahid Chandra Daulay
Korban salah tangkap polisi lapor ke Komnas HAM Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyambangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (23/6). LBH kembali melaporkan pengaduan dugaan salah tangkap dan penganiayaan yang dialami oleh Zulfikar.

LBH menemani ibu korban melaporkan pengaduan tersebut ke Komnas HAM. Pengaduan ini terkait dugaan salah tangkap dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh enam anggota kepolisian dari Polres Metro Jakarta.

Pengaduan ini diterima oleh Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution. Asisten pengacara pembela perkara, divisi pidana LBH, Eko Heridanis, meminta Komnas HAM segera melakukan penyelidikan dalam kasus dugaan penganiayaan dan perampasan barang tersebut.

"Kami meminta kepada komnas HAM untuk menjadi teman dalam peradilan, artinya dia mengeluarkan rekomendasi terkait dugaan penyiksaan dan perampasan,"ujarnya di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/6).

Seperti diketahui sebelumnya, masalah ini telah dilaporkan oleh ibu korban ke Kompolnas dan menggugat praperadilan Kapolres Metro Jakarta Pusat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Namun, gugatan praperadilan tersebut gugur lantaran pemeriksaan pokok perkaranya telah dimulai sejak 16 Juni 2014 dengan acara pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum.

Keluarga mengaku Zulfikar ditangkap tanpa alasan. Polisi menjeratnya dengan pasal 365 KUHAP tentang pencurian dengan kekerasan. Polisi juga dituding merampas uang Rp 10 juta milik pemuda asal Makassar ini. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini