Korban Pemerkosaan-Perdagangan, Remaja di Bekasi Kerap Tertawa dan Menangis Sendiri

Rabu, 19 Mei 2021 15:12 Reporter : Nur Habibie
Korban Pemerkosaan-Perdagangan, Remaja di Bekasi Kerap Tertawa dan Menangis Sendiri Ilustrasi Pemerkosaan. istimewa ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - D, Ayah dari seorang anak perempuan berusia 15 tahun bercerita tentang perubahan putrinya usai menjadi korban pemerkosaan dan perdagangan anak atau remaja. Kejadian yang menimpa anaknya itu terjadi pada beberapa bulan yang lalu dan diduga dilakukan oleh pria berinisial AT yang merupakan anak Anggota DPRD Kota Bekasi.

Perubahan yang terjadi pada anaknya itu seperti menutup diri dan bahkan tertawa serta terkadang menangis sendiri di sebuah kamar tidurnya.

"Kalau menutup diri sudah pasti, dia hanya bercerita kepada temen dekatnya yang dengan inisial AL yang saya jadikan saksi juga. AL sendiri selalu cerita ke ibunya sebagai orangtuanya ya. Saya lihat tingkah lakunya saja, kadang kalau setiap malam dia sendirian dia ketawa-ketawa sendiri, saya lihat ini ada yang aneh begitu," kata D kepada merdeka.com, Rabu (19/5).

"Padahal enggak ada yang ditonton pun enggak ada, dia menyendiri di rumah saja. Kemudian kalau bercanda sama adik-adiknya, tempramennya lebih tinggi begitu. Baru tadi malam kadang dia nangis sendiri, itulah pandangan mata saya saja," sambungnya.

Menurutnya, perubahan terhadap anaknya yang baru saja ujian sekolah kelas IX itu terjadi sebelum menjadi korban pemerkosaan hingga perdagangan remaja saja. Namun, juga terjadi ketika awal kenal dengan terduga pelaku.

"Kalau pandangan saya dari awal-awal ini anak memang ada perubahan, dari sudah mulai bisa dandan, kemudian berteman dengan dia pelaku saja, komunikasi dengan pelaku. Ini kok anak, temannya dengan dia saja. Kemudian enggak pulang-pulang, dia berharapkan mau kerja, saya enggak pernah mengizinkan kerja karena itu masih tanggungjawab saya anak, walaupun bagaimana untuk risiko saya sebagai orangtua," ungkapnya.

"Ternyata itu hanya iming-iming atas dasar pelaku, ditawari bekerja pun atas iming-imingan pelaku. Ternyata apa yang diiming-imingin pun tidak terbukti, akhirnya yang terbukti dipekerjakan," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Awal Kasus Terungkap

Sebelumnya, seorang anak perempuan berusia 15 tahun telah menjadi korban pemerkosaan, perdagangan serta kekerasan di kawasan Rawalumbu, Bekasi. Pelaku diduga berinisial AT yang diketahui merupakan anak dari seorang Anggota DPRD Kota Bekasi.

Kasus ini terungkap saat ibu korban berinisial LF (46) melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota pada 12 April 2021 dengan nomor laporan STPL/971/K/IV/2021/SPKT/Resto Bks Kota.

D yang merupakan ayah dari korban bercerita, awal kasus ini dilaporkan ke polisi ketika anaknya menjadi korban pemukulan pada 11 April 2021 oleh terduga pelaku di lingkungan rumahnya. Namun, saat itu kondisi rumah mereka tidak ada orang sama sekali.

"Sebelumnya, anak saya ini kurang lebih 10 hari berturut-turut tidak pulang ke rumah, karena dia anak perempuan ya satu hari tidak pulang saja kita khawatir, sampai saya cari ke temannya, sama sekali lost contact saat itu. Kita cari, dan tanggal 11 kita lagi keluar rumah semua, dia pulang ke rumah sore menjelang magrib tanpa ada pemberitahuan komunikasi via WA, telpon, dia pulang," kata D kepada merdeka.com, Rabu (19/5).

"Nah disitulah, setelah dia pulang sampai rumah dikejar sama pelaku ini dengan inisialnya AT pada tanggal 11 itu. Terjadi pemukulan di lingkungan rumah, warga pun semuanya sampai banyak yang tahu kejadiannya dan nyari itu pelaku mau di sidang di pos RW, tetapi dia keburu melarikan diri naik motor dan lepas," sambungnya.

Saat itu, anaknya mengaku kepadanya telah dipukul, ditampar pipinya serta ditonjok antara leher mendekati kepala oleh terduga pelaku tersebut.

"Mau enggak mau saya langsung ambil tindakan. Saya bilang ini sudah batas di luar kesabaran saya sebagai orangtua, di mana anak saya sendiri kan perempuan, itulah yang harus dilindungi. Pada sekitar jam 11 malam, saya langsung ambil keputusan ke Unit Jatanras Polres Kota Bekasi, di situ pun kita diterima dengan tiga penyidik yang piket," ujarnya.

Kemudian, di hadapan penyidik Unit Jatanras itulah baru diketahui apa yang sebenarnya terjadi menimpa anaknya tersebut.

"Dari mulai persetubuhannya di bawah umur, kekerasan fisik mau pulang ke rumah atau disekap sama pelaku, kemudian terjadi indikasi perdagangan anak, anak saya didagangkan. Kemudian di situ pun dibuka aib pelaku ini ternyata seorang pemakai," ungkapnya. [eko]

Baca juga:
Remaja Jadi Korban Perkosaan & Perdagangan, Diduga Dilakukan Anak Anggota DPRD Bekasi
Kasus Pemerkosaan Remaja di Bekasi, Pelaku RTS Terus Dikejar Polisi
Kondisi Korban Pemerkosaan di Bekasi Mulai Membaik, Tetapi Masih Syok
Polisi Lakukan Trauma Healing Terhadap ABG Korban Pemerkosaan di Bekasi
Polisi Buru Satu Pelaku Pencuri dan Pemerkosa Anak di Bekasi, Dua Rekannya Ditangkap
Polisi Beberkan Rekam Jejak Dua Orang Jaringan Pelaku Pencurian di Bekasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini