Korban Dukun Cabul di Garut Capai 20 Orang, 8 Disetubuhi Pelaku

Kamis, 16 Mei 2019 05:31 Reporter : Mochammad Iqbal
Korban Dukun Cabul di Garut Capai 20 Orang, 8 Disetubuhi Pelaku Pelaku pencabulan di Garut. ©2019 Merdeka.com/M Iqbal

Merdeka.com - Kepolisian Resor Garut mengungkap fakta baru kasus pencabulan dilakukan RG (26), warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Setelah penyidik terus menerus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, diketahui jumlah korban pencabulannya bertambah menjadi 20 orang.

"Awalnya kepada penyidik saat diperiksa, si RG ini mengaku mencabuli 16 orang gadis di Cisewu. Tadi kemudian sempat bertambah menjadi 18 orang. Lalu terakhir mengaku menjadi 20 orang," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Rabu (15/5).

Menurut Budi, jumlah tersebut bisa saja bertambah seiring proses hukum yang terus berjalan. Ia pun membuka pintu laporan dari para korban yang pernah dicabuli oleh RG.

Budi menjelaskan, berdasarkan pengakuan RG kepada penyidik UPPA Satreskrim Polres Garut, dari 20 orang korban yang dicabuli, delapan di antaranya disetubuhi.

"Sisanya, si RG ini mengaku menggesek-gesekan kemaluannya ke bagian kemaluan korban," ucapnya.

Dia menambahkan, aksi pencabulan yang dilakukan RG, diawali dari perkenalannya melalui media sosial facebook. Di sana para korban banyak bercerita kepada RG, hingga cerita soal permasalahan yang tengah dihadapinya.

"Karena curhatan-curhatan tersebut, RG ini kemudian menawarkan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan melakukan dua ritual, yaitu kias dan pangasal. Ritual tersebut kemudian menjadi modus RG untuk melakukan pencabulan kepada para korban," ujar dia.

Para korban sendiri, diketahui seluruhnya merupakan warga Kecamatan Cisewu, bahkan ada yang satu desa dengan RG. Namun selain korban yang dikenalnya melalui media sosial facebook, ada juga korban yang dikenal karena dibawa korban sebelumnya.

Aksi RG sendiri bisa terungkap saat salah satu teman korban mengetahui aksi bejat RG dan melaporkannya kepada orang tua korban.

"Saat orang tua korban mengetahuinya, pada 9 Mei 2019 kemarin melaporkan ke kita dan diketahui kalau anaknya dicabuli RG pada April 201," ungkapnya.

Aksi RG sendiri ternyata sudah dilakukan sejak bulan September 2018 hingga April 2019.

"Berdasarkan pemeriksaan terhadap korban, aksi yang terjadi terhadapnya itu terjadi pada April 2019 lalu. Dan setelah kita melakukan pemeriksaan terhadap RG sendiri, ia mengaku sudah melakukan aksinya sejak September 2018 hingga April 2019," kata dia.

Polisi hingga saat ini sudah memeriksa 12 orang korban yang rata-rata masih berusia sekolah. Karena aksinya itu, RG dijerat pasal 81 dan 82 undang undang nomor 35 tahun 2014.

"Ancaman hukumannya minimal lima tahun, maksimal 15 tahun," katanya.

Sebelumnya, RG melakukan aksi pencabulan kepada sejumlah gadis di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Modus yang dilakukan RG dalam aksinya sendiri mengaku seorang dukun yang bisa menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi para korban. Kesehariannya RG sendiri seorang pemuda yang kerjanya serabutan. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini